Al-Assad Babak Belur, Pemberontak Rebut Markas Polisi dan Intelijen Suriah

VIVA Militer: Milisi Hay'at Tahrir al-Sham (HTS) Suriah
Sumber :
  • Agenzia Nova

VIVA – Merebut banyak wilayah dan mengambil alih kendali lembaga negara, jelas bukan perkara mudah bagi Tentara Nasional Suriah (FSA) dan milisi Hay'at Tahrir al-Sham. Akan tetapi, fakta membuktikan pasukan pemberontak mampu memukul telak rezim Bashar al-Assad.

img_title Vladimir Putin dan Donald Trump Berpotensi Ketemu di KTT APEC China, Momen Besar untuk Indonesia

VIVA Militer melaporkan dalam berita sebelumnya, kedua kelompok oposisi anti-rezim al-Assad berhasil merebut delapan desa di Provinsi Hama.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Keberhasilan tersebut diklaim setelah pada 27 November 2024 lalu, kedua unit pemberontak memulai serangan besar-besaran terhadap militer Suriah di Provinsi Aleppo dan Idlib.

img_title Pezeshkian: Iran Sedang Perang Berskala Penuh!

Untuk pertama kalinya dalam delapan tahun terakhir, pasukan pemberontak Tentara Nasional Suriah dan milisi Hay'at Tahrir berhasil menerobos pusat ibukota Aleppo. 

VIVA Militer: Milisi Hayat Tahrir al-Sham (HTS) Suriah

Photo :
  • Agence France-Presse

img_title Ukraina 'Buka Kotak Pandora', Balasan Rusia Mengarah ke Skenario Bencana

Menurut laporan yang dikutip VIVA Militer dari Al-Monitor, masuk ke Aleppo adalah hal mustahil bagi kelompok oposisi sejak Perang Saudara Suriah pecah pada 2011 silam.

Tak hanya itu, sejumlah infrastruktur dan fasilitas negara juga mampu diduduki pasukan pemberontak Suriah. Mulai dari Bandara Internasional Aleppo, Universitas Aleppo hingga Benteng Aleppo.

Yang lebih mengejutkan, pasukan pimpinan Abu Mohammad al-Julani dan Abdurrahman Mustafa berhasil merebut Gedung Gubernur Aleppo, Direktorat Kepolisian, hingga fasilitas intelijen dan keamanan Suriah.

Serangan masif FSA dan Hay'at Tahrir juga membuat unit militer Rusia yang menyokong rezim al-Assad menelan kerugian besar.

VIVA Militer: Pasukan pemberontak Suriah membakar foto Presiden Bashar al-Assad

Photo :
  • Al-Monitor

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Komandan pasukan Rusia di Suriah, Kolonel Jenderal Zhuraylov, dan sejumlah diplomat memilih angkat kaki dari negara itu. Sementara, sejumlah besar amunisi dan persenjataan anak buah Vladimir Putin tercecer ditinggal sang pemilik.

Zhuraylov menegaskan bahwa serangan besar-besaran dua kelompok pemberontak adalah bukti kegagalan pemerintah al-Assad, untuk mengendalikan situasi.

Penampakan Kapal dan Perahu di Selat Hormuz

Iran Ancam Tutup Selat Hormuz Jika AS Lanjutkan Perang Ekonomi

Iran mengancam akan melakukan pemblokiran pengiriman minyak melalui Selat Hormuz jika Amerika Serikat (AS) tetap melanjutkan perang ekonominya terhadap Teheran.

img_title
VIVA.co.id
24 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut