Suriah Tak Aman, Militer Rusia Pindahkan Pasukan dan Peralatan Perang ke Libya

VIVA Militer: Pasukan Angkatan Bersenjata Federasi Rusia (VSRF) di Suriah
Sumber :
  • Channel 4

VIVA – Angkatan Bersenjata Federasi Rusia (VSRF) dikabarkan telah memindahkan sejumlah besar personel dan peralatan militer, dari Suriah ke Libya. Situasi di Damaskus yang tak menentu jadi alasan pasukan Vladimir Putin mengambil langkah ini.

img_title Vladimir Putin dan Donald Trump Berpotensi Ketemu di KTT APEC China, Momen Besar untuk Indonesia

Informasi tersebut diungkap oleh dua orang pejabat Amerika Serikat (AS). Para pejabat itu mengatakan, sebagai langkah awal militer Rusia mulai memindahkan aset angkatan laut ke Libya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di sisi lain, militer Rusia juga terus memberikan tekanan kepada Komandan Tentara Nasional Libya (LNA), Marsekal Khalifa Haftar. Hal ini dilakukan untuk mengamankan klaim Rusia atas pelabuhan di wilayah Benghazi.

img_title Ukraina 'Buka Kotak Pandora', Balasan Rusia Mengarah ke Skenario Bencana

Menurut laporan yang dikutip VIVA Militer dari Middle East Monitor, pemerintah Rusia masih belum menemukan jawaban terkait situasi lanjutan di Suriah.

VIVA Militer: Kapal perang dan kapal selam Angkatan Laut Rusia di Suriah

Photo :
  • AP/Alexander Zemlianichenko

img_title Iran Ubah Doktrin Militer, dari Bertahan Jadi Menyerang

Apakah kelompok oposisi Hay'at Tahrir al-Sham (HTS) yang menggulingkan rezim Bashar al-Assad dan mengambil kendali Suriah saat ini, tetap memberi akses kepada Rusia di Pangkalan Udara Khmeimim di Latakia, dan pelabuhan di Tartus.

Pada 14 Desember 2024 lalu, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Mikhail Bogdanov, mengklaim bahwa pihaknya telah melakukan kontak dengan kelompok Hay'at Tahrir al-Sham. Akan tetapi, tidak ada jawaban pasti dari Bogdanov terkait akses bagi militer Rusia.

"Diplomasi (dengan HTS) berjalan secara konstruktif. Kami berharap (HTS) memenuhi janji untuk menjaga dari semua tindakan berlebihan, menjaga ketertiban dan memastikan keselamatan diplomat dan warga asing lainnya," ujar Bogdaov dilansir VIVA Militer dari Press TV.

Meski berada dalam posisi yang tidak aman, Rusia berupaya keras untuk mempertahankan dua pangkalan militernya di Suriah. Dengan dalih, memerangi organisasi teroris internasional.

VIVA Militer: Pasukan Angkatan Bersenjata Federasi Rusia (VSRF) di Suriah

Photo :
  • Anadolu Agency

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Keberadaan pasukan Rusia di Suriah ditegaskan Bogdanov adalah permintaan dari pemerintah negara itu sendiri. Sebab, kelompok teroris Daesh yang berafiliasi dengan Negara Islam Iran dan Suriah (ISIS) masih eksis di sana.

"Pangkalan-pangkalan itu masih ada di sana, di wilayah Suriah. Belum ada keputusan lain yang diambil saat ini. Mereka berada di sana atas permintaan Suriah, dengan tujuan memerangi teroris Daesh," kata Bogdanov.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut