Sial, Ukraina Gagal Terima Tank Tempur Canggih Abrams dari Australia

VIVA Militer: Tank Tempur Utama (MBT) M1 Abrams buatan Amerika Serikat
Sumber :
  • Australian Army

VIVA – Rencana Australia mengirimkan puluhan unit Tank Tempur Utama (MBT) M1 Abrams ke Ukraina, dikabarkan akan terhalang. Hal ini tak lepas dari ketegangan geopolitik dan pertimbangan strategis dari Amerika Serikat (AS).

img_title Pezeshkian: Iran Sedang Perang Berskala Penuh!

Pengumuman rencana pengiriman tank Abrams untuk mendukung militer Ukraina sebenarnya telah disampaikan pemerintah Australia pada Oktober 2024 lalu. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Paket alat utama sistem perrsenjataan buatan AS itu merupakan bagian dari bantuan militer pemerintah Perdana Menteri Anthony Albanes kepada rezimVolodymyr Zelensky.

img_title Iran Ubah Doktrin Militer, dari Bertahan Jadi Menyerang

Menurut laporan yang dikutip VIVA Militer dari The Kyiv Post, ternyata puluhan armada tank Abrams yang dijanjikan itu kini masih berada di Australia. 

VIVA Militer: Tank Tempur Utama (MBT) M1 Abrams buatan Amerika Serikat

Photo :
  • Australian Army

img_title Tegas! Trump Klaim Selat Hormuz Bagian dari Wilayah AS

Dalam laporan lain yang dilansir VIVA Militer dari Australian Broadcasting Corporation (ABC), pengiriman puluhan unit tank Abrams masih belum memperoleh restu dari Washington. 

Sesuai kebijakan ekspor militer Amerika Serikat, semua kendaraan tempur buatan AS hanya dapat dikirim ke negara ketiga dengan izin resmi dari pemerintah AS. Dan hingga saat ini, izin itu belum keluar.

Sejumlah sumber pertahanan yang identitasnya dirahasiakan, mengungkap jika penolakan Amerika Serikat sudah muncul bahkan sebelum pengumuman paket bantuan 2024 lalu. 

Para sumber menyinggung keputusan Presiden Donald Trump pada awal 2025, yang membekukan sementara semua bantuan militer ke Ukraina. Hal ini lah yang menjadi faktor yang turut memperumit proses pengiriman.

VIVA Militer: Tank Tempur Utama (MBT) M1 Abrams buatan Amerika Serikat

Photo :
  • Getty Images/Matthias Merz

Akan tetapi, kendala teknis bukan satu-satunya hambatan. Ada kekhawatiran yang lebih terkait efektivitas dan relevansi tank Abrams di medan tempur Ukraina. 

"Kami mulai meragukan apakah Ukraina benar-benar menginginkan kendaraan ini," ujar seorang pejabat pertahanan Australia. 

Pejabat itu menjelaskan bahwa desain tank Abrams terutama bagian atapnya, menjadi titik lemah dalam perang yang kini didominasi oleh pesawat nirawak (drone) militer Rusia.

Dalam konteks konflik ini, tank-tank berat justru menjadi target yang mudah terdeteksi dan diserang dari udara. Kekhawatiran lainnya menyangkut potensi kesepakatan damai yang mungkin tercapai dalam waktu dekat. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

VIVA Militer: Lusinan Tank M1 Abrams Amerika Serikat dikirim ke Ukraina

Photo :
  • bulgarianmilitary.com

"Akan memalukan jika tank-tank itu berada di atas kapal di tengah lautan ketika perjanjian damai diumumkan," kata pejabat tersebut.

Penampakan Kapal dan Perahu di Selat Hormuz

Iran Ancam Tutup Selat Hormuz Jika AS Lanjutkan Perang Ekonomi

Iran mengancam akan melakukan pemblokiran pengiriman minyak melalui Selat Hormuz jika Amerika Serikat (AS) tetap melanjutkan perang ekonominya terhadap Teheran.

img_title
VIVA.co.id
24 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut