TNI AL Tangkap 17 PMI Ilegal yang Masuk dari Malaysia di Perairan TBA

VIVA Militer: Prajurit TNI AL tangkap 17 PMI ilegal di Tanjung Balai Asahan
VIVA Militer: Prajurit TNI AL tangkap 17 PMI ilegal di Tanjung Balai Asahan
Sumber :
  • Dispen Koarmada I

VIVA – Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut dari jajaran Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Tanjung Balai Asaha, Lantamal I Koarmada I kembali berhasil menangkap 17 orang yang diduga Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Perairan Kualuh Sungai Baru Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara, pada hari Rabu, 19 Januari 2022.

Komandan Lanal TBA, Letkol Laut (P) Robinson Hendrik Etwiory mengatakan, 17 orang PMI itu ditangkap ketika sedang menaiki sebuah kapal jenis Kalok. Mereka masuk dari Negara Malaysia dan berusaha masuk ke Tanjung Balai Asahan melalui jalur tikus atau jalur tidak resmi.

"Satu Kapal jenis Kalok, satu nakhoda dan dua ABK serta 17 orang diduga PMI ilegal saat ini telah diamankan di Pos Bagan Asahan setelah kedapatan berlayar dari Malaysia dan berusaha memasuki Tanjung Balai Asahan melalui jalur yang tidak resmi," kata Danlanal TBA, Letkol Laut (P) Robinson Hendrik dalam keterangan resmi yang diterima VIVA Militer, Kamis, 20 Januari 2022.

"Tim Fleet One Quick Response (F1QR) Lanal Tanjung Balai Asahan yang tengah melaksanakan patroli di perairan Kualuh Sungai Baru mendapati kapal mencurigakan dan setelah dilakukan pemeriksaan awal ternyata memuat sejumlah orang tanpa dilengkapi dokumen yang seharusnya," tambahnya.

Dia menambahkan, usai mengamankan 17 PMI ilegal tersebut, pihaknya langsung berkoordinadi dengan BP2MI, Imigrasi dan pihak kepolisian. Kemudian, nahkoda, ABK dan penumpang kapal Kalok tanpa nama itu langsung diserahkan ke Polres Tanjung Balai Asahan untuk diproses hukum lebih lanjut.

VIVA Militer: TNI AL amankan Nahkoda Kapal pembawa PMI Ilegal dari Malaysia

VIVA Militer: TNI AL amankan Nahkoda Kapal pembawa PMI Ilegal dari Malaysia

Photo :
  • Dispen Koarmada I

Di tempat terpisah, Panglima Komando Armada I (Pangkoarmada I) Laksda TNI Arsyad Abdullah membenarkan penangkapan terhadap 17 PMI ilegal tersebut. Pangkoarmada menegaskan, TNI Angkatan Laut akan selalu hadir melaksanakan tugas patroli sebagai sesuatu yang dilaksanakan secara terus menerus terutama pada wilayah-wilayah yang disinyalir menjadi jalur keluar/masuk melalui laut tidak resmi (jalur tikus).

Pangkoarmada I menjelaskan, kejahatan pelanggaran hukum di wilayah perairan Indonesia tidak hanya difokuskan khusus PMI ilegal saja, tapi juga bagi pelanggaran pengiriman ilegal baik berupa komoditi dari luar negeri, barang ilegal, bahkan narkoba.

Lebih lanjut Pangkoarmada I mengatakan, komitmen TNI Angkatan Laut sudah sangat jelas dan tegas, tidak ada kompromi dengan segala bentuk upaya yang mengancam kedaulatan termasuk tindak pidana dan pelanggaran di Laut.

"Koarmada I melalui Pangkalan TNI AL jajarannya akan selalu mendukung kebijakan Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana TNI Yudo Margono dengan tidak melakukan pembiaran serta mencegah kegiatan-kegiatan illegal seperti penyelundupan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Ilegal yang masih terjadi," kata Pangkoarmada I Laksda TNI Arsyad Abdullah.