Lama Tersesat, Camat Negara Islam Tobat di Depan Mayjen TNI Kunto

VIVA Militer: Prosesi camat tobat di depan Mayjen TNI Kunto.
VIVA Militer: Prosesi camat tobat di depan Mayjen TNI Kunto.
Sumber :
  • Kodam III Siliwangi

VIVA – Pria berikat kepala ini bernama Dede Suryana, dia bukan orang sembarangan loh. Jabatannya adalah seorang camat. Tapi bukan untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tapi di Negara Islam Indonesia alias NII.

Jadi, di Dede ini ikut aliran sesat di Kabupaten Bandung bernama NII lengkapnya dikenal dengan nama Islam Bai'at Takfiri.

Enggak sebulan dua bulan Dede tergoda bujuk rayu kelompok Islam Bai'at Takfiri/NII ini sehingga bertahun-tahun terjebak dalam cengekraman kelompok aliran sesat bermodus agama itu.

VIVA Militer: Prosesi camat tobat di depan Mayjen TNI Kunto.

VIVA Militer: Prosesi camat tobat di depan Mayjen TNI Kunto.

Photo :
  • Kodam III Siliwangi

Namun, Dede beruntung. Allah SWT masih memberikan hidayah hingga membuka mata hatinya untuk melihat kebenaran. Dan akhirnya kemarin di bertobat.

Lebih beruntung lagi, Dede bisa bertobat kembali ke jalan benar dan mengucapkan sumpah setia pada NKRI di hadapan perwira tinggi TNI Angkatan Darat, Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) III/Siliwangi, Mayor Jenderal TNI Kunto Arief Wibowo.

Berdasarkan siaran resmi Penerangan Kodam III/Siliwangi dilansir VIVA Militer, Rabu 10 Agustus 2022, Dede melakukan pertobatan dalam kegiatan Pembatalan Islam Bai'at Takfiri/NII bersama 50 pengikut aliran sesat itu.

VIVA Militer: Prosesi camat tobat di depan Mayjen TNI Kunto.

VIVA Militer: Prosesi camat tobat di depan Mayjen TNI Kunto.

Photo :
  • Kodam III Siliwangi

Prosesi penobatan Pembatalan Islam Bai'at Takfiri/NII dilaksanakan di hadapan prajurit TNI di Markas Koramil 2413/Cilengkrang, Kodim 0624/Kabupaten Bandung, Jalan Terusan Nagrog, Kampung Ciwaru Desa Cikoreat, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung.

"Saya kembali ke NKRI setelah bertahun-tahun bergabung dengan NII, saya kembali ke NKRI atas kesadaran sendiri karena banyak menemukan penyimpangan dan kebohongan di NII.

VIVA Militer: Prosesi camat tobat di depan Mayjen TNI Kunto.

VIVA Militer: Prosesi camat tobat di depan Mayjen TNI Kunto.

Photo :
  • Kodam III Siliwangi

Menurut pengakuan Dede penyimpangan yang ditemukan di NII ialah menyangkut akidah Islam. "Banyak penyimpangan dari salat lima waktu, puasa dan lainnya," kata Dede.

Sementara itu, Mayjen TNI Kunto mengaku bangga atas kembalinya 51 mantan pengikut NII ke pangkuan NKRI. "Kita dalam satu pandangan yang sama dalam membangun bangsa. Kita berharap ada nilai berkelanjutan. Kita dari Kodam hanya mampu menerima mereka. Karena mereka merupakan bagian dari kita," kata jenderal putra dari Wakil Presiden RI, Try Sutrisno itu.

Baca: Penampakan Sosok Sniper Kopasgat TNI Penjaga Nyawa Jokowi di Menara