Listrik untuk Mobil EV Semakin Bersih

Stasiun pengecasan mobil listrik.
Sumber :
  • autoexpress

London, VIVA – Listrik yang mengaliri mobil EV alias electric vehicle di Eropa kini semakin bersih, seiring perubahan besar pada sumber energi pembangkitnya. Tahun 2025 menjadi titik balik ketika energi angin dan surya untuk pertama kalinya menghasilkan listrik lebih besar dibandingkan bahan bakar fosil di kawasan Uni Eropa.

img_title Kebutuhan Listrik Nasional Diprediksi Melonjak dalam 3 Dekade ke Depan

Perubahan ini membuat jejak emisi mobil listrik ikut menurun secara nyata. Mobil EV yang sebelumnya kerap dikritik karena masih bergantung pada listrik berbasis fosil, kini semakin relevan sebagai solusi transportasi rendah emisi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berdasarkan laporan tahunan European Electricity Review dari Ember, dilihat VIVA Otomotif Kamis 22 Januari 2026, kombinasi tenaga surya dan angin menyumbang sekitar 30 persen listrik Uni Eropa pada 2025. Angka tersebut sedikit melampaui pembangkit berbasis fosil yang turun ke kisaran 29 persen.

img_title Produksi Dihentikan! Mobil Ini Malah Dibanderol Lebih Murah

Lonjakan energi surya menjadi pendorong utama perubahan ini. Produksi listrik dari panel surya tumbuh lebih dari 20 persen dan mencatatkan tahun keempat berturut-turut dengan pertumbuhan di atas level tersebut.

Panel surya

Photo :
  • Pixabay

img_title Kejagung Ungkap Drama Ribuan Motor Listrik BGN, 5 Orang Jadi Tersangka

Energi surya bahkan menyumbang sekitar 13 persen dari total listrik Uni Eropa. Capaian itu melampaui listrik dari batu bara dan pembangkit tenaga air, yang selama ini menjadi tulang punggung di sejumlah negara.

Dampaknya terasa luas karena seluruh negara anggota Uni Eropa mencatat kenaikan produksi listrik surya. Di beberapa negara seperti Spanyol, Yunani, dan Belanda, listrik dari matahari sudah menyumbang lebih dari seperlima kebutuhan nasional.

Secara keseluruhan, hampir separuh listrik Uni Eropa pada 2025 berasal dari energi terbarukan. Meski produksi air dan angin sedikit terpengaruh cuaca, arah transisi energi dinilai semakin permanen.

Dalam lima tahun terakhir, porsi listrik dari angin dan surya melonjak dari sekitar 20 persen menjadi 30 persen. Pada periode yang sama, ketergantungan pada energi fosil terus menyusut secara konsisten.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bagi pengguna mobil listrik, kondisi ini berarti satu hal penting. Setiap kilometer perjalanan EV kini ditopang listrik yang semakin ramah lingkungan, bukan lagi didominasi gas atau batu bara.

Gas alam memang sempat mengalami kenaikan penggunaan untuk menutup penurunan listrik air. Namun secara jangka panjang, pemakaian gas di sektor kelistrikan Eropa masih berada jauh di bawah level sebelum 2020.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut