Cara Membuka Blokir STNK Akibat Tilang Elektronik

Ilustrasi tilang ETLE Mobile
Sumber :
  • Korlantas Polri

Jakarta, VIVA – Cara membuka blokir STNK menjadi informasi penting bagi pemilik kendaraan di tengah penerapan sistem tilang elektronik atau ETLE. Banyak pengendara baru menyadari STNK diblokir saat hendak membayar pajak atau melakukan pengurusan administrasi kendaraan.

img_title Ternyata Ini Penyebab Pembuatan SIM Masih Butuh Waktu Lama

Pemblokiran STNK umumnya terjadi karena pemilik kendaraan tidak menindaklanjuti surat tilang ETLE. Jika dalam waktu 16 hari tidak dilakukan konfirmasi atau pembayaran denda, sistem secara otomatis akan memblokir status STNK.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski demikian, cara membuka blokir STNK tidak serumit yang dibayangkan. Kepolisian telah menyiapkan mekanisme yang bisa ditempuh secara langsung maupun daring sesuai kebutuhan masyarakat.

img_title Kena Blokir ETLE, Mengurusnya Bisa di Samsat

Untuk cara langsung, pemilik kendaraan dapat datang ke kantor Subdit Gakkum Ditlantas atau Samsat terdekat. Dokumen yang perlu dibawa antara lain KTP pemilik kendaraan, STNK yang diblokir, serta bukti tilang atau surat pemberitahuan ETLE.

Ilustrasi Samsat untuk pembayaran pajak kendaraan bermotor.

Photo :
  • VIVA.co.id/Yunisa Herawati

img_title Terpopuler: Cara Bikin STNK Digital, Isi Garasi Dirjen PAS, hingga Syarat Urus STNK dan BPKB Hilang

Selain datang langsung, cara membuka blokir STNK juga bisa dilakukan secara online. Opsi ini dinilai lebih praktis karena dapat diakses dari mana saja tanpa harus antre di kantor pelayanan.

Melalui layanan resmi ETLE Polda Metro Jaya, pemilik kendaraan cukup memasukkan nomor referensi tilang yang tertera pada surat pelanggaran. Sistem kemudian akan menampilkan nomor virtual account untuk pembayaran denda tilang.

Pembayaran denda dapat dilakukan melalui ATM, mobile banking, atau teller bank. Setelah pembayaran berhasil, status blokir STNK akan terbuka otomatis dalam waktu singkat.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, Ojo Ruslani, menyatakan masyarakat dapat memilih cara yang paling mudah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Pemilik kendaraan bisa datang langsung ke Subdit Gakkum atau kantor Samsat terdekat, atau menggunakan layanan daring,” ujarnya, dikutip VIVA Otomotif dari laman Korlantas Polri, Jumat 23 Januari 2026.

Ia juga menegaskan bahwa tidak ada tambahan denda meski STNK sempat diblokir. Pemilik kendaraan hanya perlu membayar nominal tilang sesuai aturan yang berlaku.

Ilustrasi SIM digital

Korlantas Gandeng Badan Siber Biar SIM dan STNK Digital Tak Bisa Dipalsukan

Sistem tersebut ditujukan agar data atau dokumen digital yang diterbitkan pemerintah dapat diperiksa keasliannya. Dengan begitu, dokumen digital tidak sekadar tersedia.

img_title
VIVA.co.id
6 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut