Pabrikan Minta Pengguna EV Dapat “Privilege” di Jalan

Hyundai Ioniq 5 N
Sumber :
  • Arianti Widya

Di sisi lain, Hyundai melihat bahwa preferensi konsumen di Indonesia masih beragam. Tidak semua pengguna siap beralih ke kendaraan listrik berbasis baterai. Sebagian masih mempertahankan kendaraan bermesin pembakaran internal, sementara sebagian lain mulai melirik teknologi hybrid sebagai alternatif.

img_title Jepang Ubah Sistem Tax-free Shopping, Ini yang Perlu Diketahui Turis Asing Sebelum Belanja di Negeri Sakura

Kondisi tersebut membuat Hyundai memilih strategi menghadirkan lini produk dengan berbagai pilihan sumber tenaga, mulai dari mesin konvensional, hybrid, hingga kendaraan listrik murni. Pendekatan ini dinilai lebih adaptif terhadap dinamika pasar yang masih dalam tahap transisi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam situasi tersebut, keberadaan insentif yang tepat sasaran menjadi faktor penting. Frans menilai, jika kebijakan hanya berfokus pada pembelian, maka daya dorongnya akan terbatas. Sebaliknya, jika insentif juga menyasar penggunaan, maka manfaat kendaraan listrik akan terasa lebih luas.

img_title Pembalut Kena PPN 11 Persen, Menteri PPPA: Perempuan Berhak Dapat Akses Produk Sanitasi Menstruasi Terjangkau

Dengan demikian, peluang percepatan adopsi kendaraan listrik di Indonesia akan semakin terbuka. Namun, hal tersebut sangat bergantung pada arah kebijakan yang diambil pemerintah dalam waktu ke depan, khususnya dalam merancang skema insentif yang tidak hanya menarik di awal, tetapi juga berkelanjutan.

Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara

Ramai Isu PPN Transfer Bank Mulai 9 November, Ini Penjelasan Menkeu

Menteri Keuangan Suahasil Nazara buka suara terkait penerapan pajak digital (digital taxation) seperti transfer bank dan e-wallet yang berlaku per 9 November.

img_title
VIVA.co.id
3 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut