Pabrikan Minta Pengguna EV Dapat “Privilege” di Jalan

Hyundai Ioniq 5 N
Sumber :
  • Arianti Widya

Di sisi lain, Hyundai melihat bahwa preferensi konsumen di Indonesia masih beragam. Tidak semua pengguna siap beralih ke kendaraan listrik berbasis baterai. Sebagian masih mempertahankan kendaraan bermesin pembakaran internal, sementara sebagian lain mulai melirik teknologi hybrid sebagai alternatif.

img_title Mobil Listrik Tabrak Ojol di Kawasan Blok M, Korban Alami Patah Tulang

Kondisi tersebut membuat Hyundai memilih strategi menghadirkan lini produk dengan berbagai pilihan sumber tenaga, mulai dari mesin konvensional, hybrid, hingga kendaraan listrik murni. Pendekatan ini dinilai lebih adaptif terhadap dinamika pasar yang masih dalam tahap transisi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam situasi tersebut, keberadaan insentif yang tepat sasaran menjadi faktor penting. Frans menilai, jika kebijakan hanya berfokus pada pembelian, maka daya dorongnya akan terbatas. Sebaliknya, jika insentif juga menyasar penggunaan, maka manfaat kendaraan listrik akan terasa lebih luas.

img_title Green SM Buka-bukaan soal Pendapatan Driver, Sehari Bisa Rp 400 Ribu

Dengan demikian, peluang percepatan adopsi kendaraan listrik di Indonesia akan semakin terbuka. Namun, hal tersebut sangat bergantung pada arah kebijakan yang diambil pemerintah dalam waktu ke depan, khususnya dalam merancang skema insentif yang tidak hanya menarik di awal, tetapi juga berkelanjutan.

Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza

Pemerintah Tak Mau Mobil Listrik Cuma Jadi Barang Impor, Ini Target Barunya

Pemerintah menargetkan TKDN mobil listrik mencapai 60 persen pada 2027–2029 dan 80 persen pada 2030, dengan fokus pada baterai hingga komponen lokal di RI.

img_title
VIVA.co.id
29 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut