Toyota Corolla Lawas Jadi Mobil Kesayangan Kabareskrim Polri

Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto (tengah)
Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto (tengah)
Sumber :
  • Istimewa

VIVA Otomotif – Kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J akhirnya terungkap. Tim khusus Polri telah mengumumkan peran masing-masing tersangka, termasuk mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo.

Kabareskrim Polri, Komjen Pol Agus Andrianto mengatakan, keempat tersangka Bharada RE, Bripka RR, KM, Irjen FS, dan punya peran masing-masing saat pembunuhan Brigadir J di rumah dinas Kadiv Propam non aktif.

Toyota All new Corolla.

Toyota All new Corolla.

Photo :
  • Topgir.com

Orang nomor satu di Badan Reserse Kriminal itu juga menyebut pasal-pasal yang dibebankan kepada para tersangka, termasuk ancaman hukuman mati untuk Ferdy Sambo.

Setelah mengumumkan para tersangka baru itu, sosok Agus Andrianto menjadi sorotan. Jenderal bintang itu memiliki karir yang cemerlang, dan cukup banyak menangangi beberapa kasus besar.

Perwira tinggi itu juga sempat menjadi kandidat calon kapolri mengantikan Idham Azis, namun Listyo Sigit Prabowo yang terpilih.

Meski sukses di kepolisian dengan jabatan, dan prestasi yang dimilikinya saat ini, ternyata jenderal bintang tiga itu cukup sederhana. Hal itu terlihat dari kendaraan pribadi yang dimilikinya hingga bertahun-tahun.

Mengutip Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Kamis 11 Agustus 2022, saat menjadi Kapolres Metro Tangerang, pada 2008, sampai menjadi Kepala Bagian Resmob Mabes Polri di 2011 mobilnya hanya Toyota Corolla.

Toyota Corolla kesayangannya itu adalah model lawas, diproduksi pada 1999 dengan harga jual yang ditaksir Rp60 juta pada saat itu.

Mengutip dari situs resmi Toyota, mobil andalan Komjen Pol Agus Andrianto adalah Corolla generasi delapan yang pertama kali meluncur di Indonesia pada 1996. Sedan itu mengalami beberapa ubahan dari sebelumnya.

Memiliki kode bodi AE111 dengan desain yang agak moderen, namun tetap terlihat kotak, lampu rem belakang dibuat berbeda dari pendahulunya. Sementara jantung pacunya masih serupa dengan generasi ketujuh.

Mesin bensin empat silinder berkode 4A-FE dengan kapasitas 1.600cc DOHC itu tetap dipertahankan di awal kemunculannya. Untuk versi facelift yang dirilis 1998 mendapatkan mesin baru lebih besar, yaitu 1.800cc DOHC.

Kedua mesin itu memiliki dua pilihan transmisi, yakni manual 5-percepatan, dan matik 4-percepatan yang disalurkan ke roda depan.

Selain peningkatan dapur pacu, sedan yang serupa dengan milik mantan Kapolda Sumatera Utara itu juga dibekali sistem keselamatan yang lebih lengkap. Diantaranya dua kantung udara, pengereman cakram, dan ABS (anti-lock brake system).