Serba Serbi Penghemat Bahan Bakar Mobil

Ilustrasi mengisi bensin
Sumber :
  • Halomoney.

VIVA.co.id – Salah satu cara yang dilakukan pengguna kendaraan agar bisa irit bahan bakar adalah dengan memakai penghemat bahan bakar.

img_title Selain Indonesia, Negara Mana Saja yang Terapkan WFH untuk Hemat BBM?

Dilansir dari Astraworld, Senin 17 September 2017, beragam alat penghemat bahan bakar tersedia di pasaran. Ada yang menggunakan magnet, ada pula yang berbentuk cairan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Keduanya mempunyai tujuan yang sama, memaksimalkan proses pembakaran di mesin sehingga daya mesin lebih optimal. Dengan penggunaan bahan bakar yang sama, kendaraan dapat menempuh jarak lebih jauh. 

img_title Deretan Motor Cruiser Irit BBM, Nyaman Dikendarai Harian dan Perjalanan Jauh

Alat penghemat bahan bakar yang menggunakan magnet umumnya dipasang pada saluran bahan bakar. Pemasangannya sendiri ada dua cara. Pertama, alat dilingkarkan di pipa saluran bahan bakar.

Cara kedua pemasangan dengan cara memutus saluran bahan bakar, lalu mengalihkan bahan bakar agar masuk dan melewati alat penghemat bahan bakar.

img_title Terpopuler: Konvoi Supercar Kecelakaan, Hemat BBM Buka Kaca vs AC

Cara pertama relatif lebih aman, karena tidak mengubah pipa atau selang bahan bakar standar pabrik. Sedangkan cara kedua lebih berisiko, karena perlu memperhatikan kualitas selang dan cara pemasangannya, agar tidak terjadi kebocoran bahan bakar.

Penggunaan penghemat bahan bakar berbentuk cairan dilakukan dengan mencampurkan bersama bahan bakar di dalam tangki, sehingga mesin mobil mengkonsumsinya terus menerus.

Cairan aditif ini umumnya mengandung bahan kimia yang menghasilkan unsur logam, yang berefek kurang baik pada saluran bahan bakar dan ruang bakar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Risiko yang mungkin terjadi jika terdapat unsur logam di mesin adalah tersumbatnya lubang injektor dan munculnya kerak di ruang bakar.

Oleh karena itu, jika akan menggunakan cairan aditif bahan bakar sebaiknya menggunakan yang tidak menghasilkan unsur logam, agar tidak merusak mesin mobil. (mus)

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia

Waspadai Krisis Energi Imbas Perang Iran-AS, Bahlil Ajak Masyarakat Hemat Energi

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengajak masyarakat hemat energi melalui kebiasaan kecil seperti mematikan lampu saat tidak digunakan, di tengah ancaman krisis energi.

img_title
VIVA.co.id
10 April 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut