Jokowi-Ma’ruf Ogah Tiru Program Rumah DP Nol Rupiah

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto seusai menghadiri perayaan HUT Partai Golkar Jawa Barat di Kabupaten Purwakarta pada Sabtu, 3 November 2018.
Sumber :
  • VIVA/Adi Suparman

VIVA – Pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin mencanangkan program rumah murah untuk menggaet simpati masyarakat. Namun program itu berbeda dengan program rumah tanpa uang panjar atau DP nol rupiah seperti yang digagas Anies Baswedan-Sandiaga Uno di Pilkada DKI Jakarta.

img_title Wamen PKP Fahri Hamzah Soroti Tanah Jadi Biang Kerok Harga Rumah Mahal

Menurut Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, kebutuhan rumah murah bagi masyarakat memang masih penjadi perhatian dalam berbagai survei. Sebab para pekerja dengan rumah yang jauh dari lokasi pekerjaan berdampak buruk bagi kualitas hidup.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tetapi Jokowi-Ma’ruf punya strategi sendiri untuk program itu dan dipastikan berbeda dengan program rumah DP nol rupiah. “Enggak usah ikut-ikut,” katanya seusai menghadiri perayaan HUT Partai Golkar Jawa Barat di Kabupaten Purwakarta pada Sabtu, 3 November 2018.

img_title Bahlil: Saya yang Usulkan Pilpres 2024 Ditunda Ketika Jadi Menteri Investasi, bukan Jokowi

Selain rumah murah, tim Jokowi juga menilai program sembako murah dan ketersediaan lapangan pekerjaan perlu diperhatikan. “Dalam berbagai survei, kebutuhan utama, yaitu sembako murah, di mana pun daerahnya, apa pun pertanyaannya, yang mereka selalu minta adalah lapangan pekerjaan, tentunya ketersediaan rumah yang terjangkau,” katanya.

Ketua Tim Kampanye Daerah Jokowi-Ma’ruf untuk Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menjelaskan bahwa program perbaikan rumah tidak layak lebih penting dan sangat dibutuhkan dibandingkan program rumah DP nol persen untuk masyarakat Jawa Barat.

img_title Istri Andre Taulany Diduga Pernah Hina Prabowo Sakit Jiwa di Pilpres 2019

“Di Jawa Barat ini kalau segmented isu rumah DP nol persen, kan, isu perkotaan pada kalangan industri. Itu penting digulirkan tapi ada yang lebih penting lagi kalau segmented perdesaan,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di perdesaan, katanya, rumah kumuh masih mudah ditemui dan itu harus menjadi perhatian pemerintah dalam lima tahun mendatang. “Tidak boleh ada rumah kumuh, semuanya harus memiliki standar rumah yang sehat, dan itu biayanya tidak mahal kalau pemerintah pusat bersama membangun,” katanya.

Program perbaikan rumah bagi masyarakat perdesaan itu, kata Dedi, jelas berbeda dengan program rumah murah, berapa pun uang panjar untuk pembelian atau kreditnya. Sebab istilah DP sekian persen hanya untuk masyarakat yang berpenghasilan tetap atau pekerja di perkotaan. (mus)

Perang Ukraina vs Rusia.

Warisan Uni Soviet Jadi Titik Lemah Ukraina di Musim Dingin

Kota-kota di seluruh Uni Soviet, termasuk Ukraina, jadi fokus program pembangunan besar-besaran yang diluncurkan pada 1950-an untuk memproduksi rumah murah secara massal.

img_title
VIVA.co.id
26 Januari 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut