Mendagri Sebut Zona Merah COVID-19 di Daerah yang Ikut Pilkada Menurun

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian dalam diskusi live streaming zoom Nagara Institute
Sumber :
  • Zoom/Nagara Institute

VIVA – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyebutkan, terjadi penurunan daerah berstatus zona merah di daerah-daerah yang melaksanakan Pilkada Serentak 2020. 

img_title Mendagri: Tak Boleh Ada Opsi PPPK Dirumahkan, Harus Dibayar Gajinya!

Data itu diperoleh Mendagri Tito, merujuk pada data Satuan Tugas Penanganan COVID-19.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ini karena kepatuhan terhadap protokol kesehatan. Pada September itu ada 45 zona merah, kemudian menjadi 18 daerah yang zona oranyenya yang meningkat. Nah dari sini kita melihat kepatuhan protokol sangat-sangat mempengaruhi penyebaran COVID-19," kata Tito, Rabu, 18 November 2020.

img_title Mendagri Tito Sebut Kerusakan Bencana Sumatera Pada 2025 Jadi yang Terluas Sejak Indonesia Merdeka

Baca juga: Tito Karnavian Sebut Ratusan ASN Langgar Netralitas selama Pilkada

Meskipun demikian, Tito tetap meminta para calon kepala daerah terus mengkampanyekan protokol kesehatan kepada masyarakat. Dia meminta, agar bahan kampanye utama para calon kepala daerah itu adalah alat pelindung diri seperti masker, cuci tangan dan jaga jarak.

img_title Pangkas Birokrasi, Kemendagri Bakal Luncurkan Akta Kelahiran Digital-Kirim Langsung ke Email

"Ini sudah banyak dikerjakan di berbagai daerah oleh para calon kepala daerah dan kami sudah menyampaikan ini lebih efektif dari pada baliho. Kami melihat sampai hari ini cukup banyak para calon kepala daerah yang menggunakan metode kampanye seperti ini," ujar mantan Kapolri tersebut.

Sementara mengenai kampanye secara daring, Tito mengakui bahwa hal itu belum optimal. Menurut Tito, hal itu lantaran terkendalanya sinyal telekomunikasi terutama di beberapa wilayah sehingga jika dilakukan secara daring maka menjadi tidak optimal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sehingga pada akhirnya, para pasangan calon peserta pilkada kembali menggunakan metode tatap muka secara konvensional, meski dibatasi maksimal 50 orang. 

"Catatan kami 13 ribu lebih kegiatan dialog terbatas tatap muka dilakukan. Dan dari 13 ribu itu lebih kurang 2,2 persen itu terjadi pelanggaran di atas yang kita maksud. Pelanggaran itu adalah dihadiri di atas 50 orang," kata Tito.

Mendagri Tito Karnavian

Pemerintah Kucurkan Rp18,9 Triliun ke 546 Daerah

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan pemerintah telah mentransfer dana tambahan sekitar Rp18,9 triliun untuk pemerintah daerah (Pemda).

img_title
VIVA.co.id
11 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut