Wow! Perang Survei Warnai Pilkada Surabaya 2020
Sementara itu, Pengamat Sosial Politik Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya Andri Arianto mempertanyakan hasil survei Poltracking Indonesia yang dinilai tidak masuk akal karena popularitas Mujiaman mengalahkan Armuji. Disebutkan angka popularitas 60,2 persen untuk Mujiaman dan 59,6 persen untuk Armuji.
"Pak Armuji sudah lima kali terpilih menjadi wakil rakyat. Empat kali di DPRD Surabaya dan sekarang duduk di DPRD Jatim sebelum maju calon wakil wali kota. Dia meraih sekitar 136.000 suara khusus untuk Surabaya saja. Jadi sangat aneh jika Pak Armuji kalah populer dibanding Pak Mujiaman di Surabaya," ujar Andri.
Apalagi, kata Andri, Mujiaman yang merupakan mantan Dirut PDAM Surabaya belum teruji dalam memikat pemilih dan menghimpun suara. Berbeda dengan Armuji yang sudah terbukti sebagai wakil rakyat dengan perolehan 136.000 suara di Surabaya.
Perang klaim
Sekjen DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristianto sebelumnya menyebut berdasarkan hasil survei internal menyebut Paslon Eri Cahyadi dan Armuji unggul 6 persen dibandingkan pesaingnya.
Menurutnya, selisih keunggulan itu bakal semakin lebar jika PDIP menambahkan jumlah warga yang belum disurvei yaitu dari kalangan pemilih pemula. "Undecided voters belum kami hitung," ujarnya.
Hasto memaparkan faktor pemicu keunggulan paslon Erji yakni pertama, Eri-Armuji merupakan kandidat yang penerus Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sehingga warga Kota Surabaya tidak ragu mendukung keduanya.
Kedua, lanjut dia, warga Surabaya optimistis Eri-Armuji mampu melanjutkan program-program yang sudah dirancang Wali Kota Risma yakni berpihak pada wong cilik serta menyejahterakan warga.
Ketiga, warga melihat sosok Eri dan Armuji yang kemampuannya tidak perlu diragukan. Eri sendiri berasal dari birokrat di Pemkot Surabaya sehingga memiliki bekal kemampuan membangun kota.
Tidak mau kalah dengan kubuh paslon 02, Direktur Komunikasi dan Media Tim Pemenangan Machfud-Mujiaman, Imam Syafii mengklaim hasil survei internal Machfud-Mujiaman unggul 20 persen.
Imam mengatakan hasil survei kubu Eri-Armuji tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Kalau Eri-Armuji memang sudah unggul dari Machfud-Mujiaman, mestinya Wali Kota Risma bisa lebih tenang.
"Bukan sebaliknya harus bekerja keras sampai banyak laporan dugaan adanya pelanggaran dan penyalahgunaan kewenangan yang dilakukan Bu Risma untuk memenangkan Eri-Armuji," katanya.
Adanya klaim kemenangan dari masing-masing pasangan calon tersebut menunjukkan Pilkada Surabaya 2020 cukup dinamis. Kedua paslon mempunyai cara sendiri-sendiri untuk menarik simpati warga menjelang coblosan Pilkada Surabaya.
Meskipun di arus bawah sering terjadi perang opini, namun publik secara umum berharap pelaksanaan Pilkada Surabaya 2020 di tengah pandemi COVID-19 ini bisa berjalan dengan lancar. Mayoritas warga Surabaya cukup cerdas untuk bisa memilih calon wali kota dan wakil wali kota Surabaya sesuai hati nuraninya. (ant)