Qtel Tetap Ingin Kuasai Saham Indosat

VIVAnews - Qatar Telecom (Qtel) berharap dapat melakukan penawaran tender (tender offer) saham PT Indosat Tbk (ISAT) di atas ketentuan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK).

img_title Update Harga HP Samsung, OPPO, dan Vivo November 2026, Mana yang Makin Menarik di Akhir Tahun Ini!

Qtel tetap berkeinginan untuk memiliki saham Indosat melebihi batas maksimal yang diizinkan Departemen Komunikasi dan Informatika sebesar 49 persen.

Komisaris Indosat Rahmat Gobel menegaskan, perseroan akan terus berusaha menambah persentase kepemilikan sahamnya di Indosat. "Keinginan mereka (Qtel) tetap sama, supaya lebih mudah mengontrol kebijakan perusahaan," kata Rahmat kepada VIVAnews di kantor badan usaha milik negara (BUMN) Jakarta, Jumat, 19 September 2008.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Depkominfo tetap meminta manajemen Qtel memenuhi ketentuan Daftar Negatif Investasi (DNI). Aturan itu menyebutkan, investor asing hanya boleh memiliki 65 persen saham perusahaan telekomunikasi yang menyelenggarakan jaringan bergerak dan 49 persen untuk layanan telepon tetap.

img_title Suahasil Pastikan Kemenkeu Tak Akan Jadi Pemilik Saham BEI

Investor Timur Tengah itu telah menguasai 40,8 persen saham Indosat melalui pembelian saham milik Singapore Technologies Telemedia (STT) Singapura. Qtel mengajukan tender offer kepada Bapepam-LK pada harga Rp 7.388 per saham.

Meski demikian, otoritas pasar modal tersebut hanya mengizinkan Qtel untuk menambah jumlah sahamnya sebesar 8,2 persen melalui tender offer. Qtel berupaya mewujudkan keinginannya dengan menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla. Bahkan, manajemen Qtel dikabarkan bertemu Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Namun, Rahmat membantah pertemuan tersebut. Saat ini, belum ada perkembangan terkait rencana tender offer saham Indosat.

Tempat para pemilih memberikan suara mereka di Pusat Pemungutan Suara Berskala Besar (Supersite)

Donald Trump Disebut Bakal Tak Berkutik, Rakyat AS Datangi TPS Salurkan Suara untuk Pemilu Sela

Rakyat Ameriksa Serikat hari ini memulai pemungutan suara. Tempat pemungutan suara di seantero Amerika Serikat resmi dibuka pada Selasa waktu setempat

img_title
VIVA.co.id
4 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut