Bisnis Manis Kosmetik Lokal
- pexels
Artis Tak Mau Ketinggalan
Masyarakat Indonesia punya minat yang tinggi untuk kecantikan. Melihat data dari sigmaresearch.co.id, kemajuan industri kecantikan di Indonesia saat ini menunjukkan peningkatan.
Berdasarkan data Kementerian Perindustrian (2016), pertumbuhan pasar industri ini rata-rata mencapai 9,67% per tahun dalam enam tahun terakhir (2009-2015). Dengan jumlah tersebut, Indonesia menjadi pasar potensial bagi para pengusaha industri kecantikan.
Peluang ini rupanya dilihat oleh artis-artis yang bermata jeli dan punya jiwa bisnis tinggi. Terhitung setidaknya ada 10 artis yang mendirikan brand kecantikan. Rata-rata produk unggulannya masih berupa lip matte. Seperti milik Aurel Hermansyah yang diberi nama Aurelolly Lipcream. Ada pula Val, matte lipstick milik Valerie Thomas. Sementara lipstik cair yang multifungsi ditawarkan oleh Zaskia Adya Mecca lewat Zam Cosmetic.
![]()
Bintang muda, Valerie Thomas punya bisnis kosmetik sendiri. Foto: instagram@Val,valeriethomas
Sementara jenis kosmetik yang lebih beragam ditawarkan oleh Jedar Cosmetic milik Jessica Iskandar. Inul Daratista lewat Inul Cosmetic sudah lebih dulu hadir. Sementara brand Dissy milik Ussy Sulistyowati yang awalnya hanya memproduksi lipstick cari kini makin berkembang. Artis muda seperti Prilly Latuconsina lewat Ily Cosmetic juga tidak mau kalah.
Jika yang lain memilih produk dekoratif, lain hal dengan tiga artis ini. Bisnis masker kefir dimiliki oleh Natasha Wilona (Bio Kefir) dan Ina Thomas (Medina Organik Kefir).
Baru-baru ini perancang busana yang kini aktif di dunia hiburan, Ivan Gunawan juga ikut merilis lini kosmetik Ivan Gunawan Cosmetic.
Nama besar sang pemilik secara langsung atau tidak langsung, membuat brand mereka lebih dikenal publik. Tapi tentu saja, butuh lebih dari nama untuk mempertahankan dan membesarkan bisnis. Brand milik para artis ini harus sanggup bersaing dengan brand lokal besar dan juga brand indie yang punya keunikan tersendiri.
Industri kecantikan Indonesia memang sedang berkembang pesat. Hal ini juga dipengaruhi tingginya permintaan dan kebutuhan konsumen akan produk kosmetik berkualitas dalam harga terjangkau.
Meski begitu, pengusaha industri kosmetik masih menghadapi banyak tantangan. Seperti yang diakui oleh Lizzie Parra, “Kendala banyak banget, yang utama adalah produksi. Karena kita berhubungan dengan instansi lain dimana tidak bisa selalu seperti yang kita inginkan. Caranya dengan menyiapkan plan A, plan B, plan C, apabila ada misalnya kegagalan produksi atau keterlambatan produksi. Tantangan utama lebih kesitu kalau dari BLP.”