Menyingkap Mitos Angker Tanjakan Emen

Polantas menjaga lokasi kecelakaan lalu lintas beberapa waktu lalu.
Sumber :
  • Antara/Sigid Kurniawan

Jalur lingkar

img_title Bahayanya Nyalip di Garis Marka Tidak Putus yang Sebabkan Tewasnya Pembalap Hokky Krisdianto

Bagi sebagian pengendara, rambu-rambu lalu lintas maupun keberadaan monumen kecelakaan itu tak cukup. Masalah utamanya ialah jalur itu memang rawan dan sangat berbahaya. Jalur itu tampak baik-baik saja, lapisan aspalnya pun mulus, tetapi tak disadari bahwa sesungguhnya menyimpan risiko besar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ringkasnya ialah jalur tanjakan Emen itu melenakan pengemudi yang tidak atau kurang mengenali karakter jalan di sana. Menurut keterangan seorang sopir yang telah berpengalaman melewati jalur itu, kebanyakan sopir dari luar Subang atau Bandung keliru membuat perhitungan di jalur Emen; rata-rata mengira turunan tak terlalu curam.

img_title Kakorlantas Polri: Tiga Nyawa Hilang Setiap Hari karena Kecelakaan

Analisis itu seolah mendapatkan pembenaran kalau melihat fakta-fakta pada delapan kecelakaan maut di tanjakan Emen sejak tahun 2004. Hampir semua kendaraan utama yang terlibat dalam kecelakaan itu ialah bus atau minibus berpenumpang wisatawan, bahkan dua kasus di antaranya berpenumpang turis asing.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebenarnya sudah menandai jalur itu. Gubernur Ahmad Heryawan pernah mengatakan akan mengevaluasi struktur jalan di tanjakan Emen. "Saya khawatir mitos (tanjakan) Emen jadi benar, setiap tahun ada saja masalah di situ," katanya pada 18 Juni 2014, sehari setelah kecelakaan yang menewaskan delapan pelajar asal Jakarta.

img_title Kecelakaan Lalu Lintas Bisa Halangi Program Indonesia Emas

Masalahnya, rencana evaluasi itu tinggal rencana, bahkan sampai si Emen meminta korban lagi yang lebih banyak ketimbang sebelum-sebelumnya. Gubernur berdalih bahwa mengevaluasi jalur tengkorak itu tak mudah karena tanjakan Emen adalah jalan nasional yang melibatkan banyak pihak, misalnya, Kepolisian, Dinas Bina Marga, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian Pekerjaan Umum. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kalau penyebab kecelakaan sering terjadi di jalan itu karena rem blong kendaraan, kata Gubernur, tentu bukan kesalahan pada infrastruktur jalan, melainkan perkara kelaikan kendaraan. Pemerintah akan lebih dulu mengkaji apakah ada faktor lain, selain urusan kelaikan kendaraan.

“Kita ingin penelaahan lebih lanjut, karena jalannya juga bagus; kira-kira apa yang harus dilakukan untuk mengecilkan kemungkinan kecelakaan, karena cukup sering di situ, banyak yang meninggal. Mungkin perlu dibuat semacam antisipasi ketika rem blong," kata Aher, sapaan akrab sang gubernur.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut