Bisakah Liburan Tanpa Macet?
- ANTARA Foto/Yulius Satria Wijaya
Tak cuma itu, agar menghindari kendaraan ini tersendat, di Tol Cikopo-Palimanan bahkan seluruh gardu tolnya akan difungsikan yang berjumlah 26 unit.
![]()
Lalu bagaimana realitanya? Jawabnya, macet tetap tak tertolong. Tol Jakarta-Cikampek misalnya, setidaknya sepanjang 37 kilometer jalan kendaraan terpaksa merangkak.
"Kendaraan hanya bisa melaju dengan kecepatan 20 kilometer per jam," kata seorang petugas Jasa Marga saat dihubungi.
Jakarta-Bandung yang biasanya cukup ditempuh tiga jam pun berubah menjadi tujuh jam atau naik dua kali lipat. Serupa dengan Bogor, merayap pun menjadi pilihan.
Di Bandung, kota yang selalu menjadi serbuan pencari liburan, ikut mengalami nasib sama buruknya. Nyaris seluruh jalanan kota pun dijejali kendaraan pendatang.
Ya, macet dan liburan bak kopi dan gula. Tak ada macet, tak manisl ah liburan. Semua melebur menjadi sebuah sajian 'membosankan' sekaligus sebuah penyakit akut yang tak kunjung sembuh.
Kapan?
Masalah kemacetan memang di mana-mana. Selain buruknya perilaku pengendara, dan momentum masalah ini juga ditengarai oleh buruknya sarana dan prasarana lalu lintas.
Pemerintah dalam proyek strategis nasional sudah menggagas penambahan ruas jalan di Indonesia. Untuk tol misalnya, dalam pernyataannya Jokowi ingin ada 1.854,5 kilometer jalan tol terbangun di era kepemimpinannya.
Karena itu, Tol Trans Jawa yang telah dirancang sejak 20 tahun silam kembali dikebut dan ditarget tuntas sampai pada 2019 dengan total panjang 649 kilometer.
Begitu pun di Sumatera. Setidaknya akan ada 645 kilometer jalan tol Trans Sumatera akan bisa beroperasi sampai tahun 2019.
![]()
Apa pun itu, macet wajib menjadi perhatian serius. Ia telah membuat kerugian jauh lebih banyak. Bagaimana tidak, khusus wilayah Jabodetabek saja, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sudah mengkalkulasi senilai Rp100 triliun.
Angka ini, sama dengan tiga kali lipat sebuah proyek kereta api massal, Light Rail Transit, yang hanya membutuhkan duit Rp31 triliun. Atas itu, tak ada alasan lagi sesungguhnya untuk tidak memprioritaskan penanganan masalah ini.
Mendiamkan hal ini, sama dengan menyimpan bom waktu yang bisa meledak kapan saja. Jadi, kapan liburan bisa tanpa macet? (one)