Misteri Raibnya Uang Nasabah BRI

Nasabah BRI resah.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani

VIVA – Bunyi pesan singkat di telepon genggam memicu rasa penasaran para nasabah Bank Rakyat Indonesia pada Senin 12 Maret 2018. Dalam pesan singkat itu nasabah kaget melihat transaksi keuangan yang tidak dilakukannya sama sekali.

img_title Berkat Kesigapan Satpam BRI, Penipu Gagal Melancarkan Aksinya

Saat itu, puluhan nasabah bank pelat merah itu merasa saldo di rekeningnya berkurang secara mendadak. Bahkan, nilai kerugian masing-masing nasabah rata-rata mencapai Rp500 ribu hingga Rp10 juta.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Peristiwa itu terjadi pada nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Nasabah yang sial tersebut langsung melaporkan kasus tersebut ke pihak Kepolisian setempat.

img_title Melalui Jaringan SWIFT MT101, BRI Perkuat Layanan Global Banking

Berdasarkan laporan Kepolisian Resor Kediri, pihaknya telah menangani kasus tersebut dan telah melakukan penyelidikan. Saat ini sejumlah saksi dari pihak korban telah dimintai keterangan.

Kepala Polres Kediri, AKBP Erick Hermawan, mengatakan dalam kasus tersebut mulanya ada 16 korban yang terdata. Namun, setelah pengembangan sekarang sudah terdapat 87 korban nasabah yang melaporkan diri.

img_title BRI Imbau Masyarakat Lebih Berhati-hati dalam Surfing Digital

"Tetapi sesuai data di kami, ada 33 nasabah (korban)," kata Kepala Polres Kediri, AKBP Erick Hermawan, kepada wartawan, Selasa, 13 Maret 2018.

Anjungan Tunai Mandiri (ATM) milik PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Selain dari Resor Kediri, kasus raibnya uang nasabah BRI di Kediri ini juga dibantu penyelidik dari Kepolisian Daerah Jawa Timur. Tim dari Subdit Perbankan Direktorat Kriminal Khusus telah diturunkan.

"Tim Perbankan Ditreskrimsus Polda Jatim turun langsung ke Kediri melakukan pengecekan," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, kepada VIVA.

Adapun terkait dugaan terjadinya peretasan sistem BRI yang dilakukan oleh sindikat internasional. Kepolisian Polda Jawa Timur menyatakan belum bisa memberikan keterangan karena belum ada bukti ke arah tersebut.

Dugaan Skimming

Sementara itu, guna melanjutkan penyeledikan kasus raibnya uang nasabah BRI Ngadiluwih, pihak BRI langsung memblokir 87 rekening nasabah korban. Dan bekerjasama dengan tim Kepolisian Polda Jatim.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Timur, Komisaris Besar Polisi Frans Barung Mangera, menjelaskan ada dua kemungkinan uang para korban BRI terdebet sendiri.

Menurut dia, yang pertama adalah terjadinya tindakan kejahatan berupa skimming. Kejahatan skimming ini adalah aktivitas menggandakan informasi yang terdapat dalam pita magnetik yang terdapat pada kartu kredit atau debit.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut