Ganjil Genap Tol Lebarkan Sayap
- VIVA / Bayu Nugraha
Situasi lalu lintas di dalam tol pada pukul 06.00 WIB-09.00 WIB, semakin lancar. Berdasarkan data PT Jasa Marga Tbk, ada peningkatan kendaraan masuk ke jalan tol pukul 05.00 WIB-06.00 WIB. "Ada pergeseran pola pergerakan orang menjadi lebih pagi. Jalan tol lancar dan alternatif juga bagus masih lancar," ujar Bambang kepada VIVA, Selasa 13 Maret 2018.
Pada hari kedua penerapan aturan ini, rata-rata waktu tempuh perjalanan dari pintu Tol Bekasi ke Cawang mencapai 47 menit. Padahal, sebelumnya pada jarak yang sama ditempuh selama 1,5 jam.
Untuk jalur alternatif Kalimalang yang diperkirakan bakal macet parah akibat kebijakan ganjil genap, justru tercatat lancar. Sementara load factor bus TransJabodetabek naik sekitar 40 persen. Sebelumnya, cuma 10 persen setiap hari.
![]()
Namun, polisi mengakui, aturan ganjil-genap di Tol Bekasi, tak terlalu signifikan mengurangi kepadatan lalu lintas, di ruas tol Jakarta-Cikampek. Kebijakan itu diperkirakan hanya dapat mengurangi 20 persen kemacetan. "Memang belum begitu besar untuk atasi kemacaten Jabodetabek," kata Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Inspektur Jenderal Polisi Royke Lumowa, Senin 12 Maret 2018.
Mengatasi kepadatan lalu lintas di Jakarta dan sekitarnya, menurut Royke, tak dapat hanya mengandalkan kebijakan ganjil genap. Kebijakan utama yang harus diseriusi oleh pemerintah ialah terus memperbaiki sarana transportasi publik. Hal itu, agar masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum.Â
Moda transportasi publik pun harus didukung insentif yang cukup dari pemerintah. "Sehingga, masyarakat tertarik dan harus dibuat aman, nyaman, lancar sampai tujuan," ujar Royke.
Berikutnya, aturan konvesional>>>
Aturan konvensional
Soal ganjil genap di jalan tol, Guru Besar Transportasi Universitas Gadjah Mada, Danang Parikesit menilai, kebijakan itu tidak cukup memiliki landasan teoretik yang kuat. Aturan itu hanya sekadar mengurangi volume lalu lintas di jalan tol, namun kurang diperhitungkan dampaknya secara jaringan. Â
![]()
Sebenarnya, menurut Danang, aturan ganjil genap merupakan alat yang konvensional dan kurang cocok dengan transportasi di wilayah sub urban. Sistem tersebut, lebih cocok untuk jaringan perkotaan, di mana banyak tersedia alternatif, baik rute maupun moda transportasinya.