Ganjil Genap Tol Lebarkan Sayap

Pemberlakuan Sistem ganjil genap di Tol Cikampek
Sumber :
  • VIVA / Bayu Nugraha

Penerapan ganjil genap bakal merugikan pengguna jalan non-tol. Selain itu, mereka yang tidak memiliki nomor kendaran sesuai tanggalnya juga dirugikan. Sementara itu, pengguna jalan tol dan investor pasti diuntungkan, karena jalan lebih lancar.

img_title Kemenko Maritim: Penutupan Jalan Tol Jabodetabek Tunggu Pemda

“Investor tol senang, karena kalau lalu lintas lancar, maka jalan tol akan bisa mengakomodasi lebih banyak kendaraan per jamnya. Income akan meningkat dan pengembalian investasi, serta pinjaman akan lancar,” ujar Danang saat dihubungi VIVA, Minggu 1 April 2018. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia menyarankan, untuk menggunakan tarif tol yang fleksibel guna mengendalikan kemacetan di jalan-jalan tol. Sebab, infrastrukturnya sudah ada seperti tiket elektronik, gerbang tol otomatis (GTO). Penerapannya dengan mengenakan tarif tol lebih tinggi, jika lalu lintas tengah padat dan sebaliknya. 

img_title BPTJ Sebut Ada Subsidi Angkutan Umum di Jalan Berbayar Perbatasan

SISTEM GANJIL GENAP TOL JAKARTA CIKAMPEK

Instrumen tarif tol fleksibel tersebut lebih efektif, dibandingkan ganjil genap yang cenderung mengakibatkan biaya dan waktu perjalanan total akan lebih tinggi. “Sudah saatnya, kita menggunakan instrumen flexible toll pricing yang lebih modern dibandingkan ganjil genap kuno, serta memiliki landasan konseptual yang kurang rasional,” ujar Danang.

img_title Tersedia 20 Bus, Jalan-jalan Blok M-Puncak Segini Tarifnya

Komaruddin Bagja, warga Teluk Naga, Tangerang, pun tak setuju dengan ganjil genap di tol. Menurut pria 27 tahun ini, sistem ganjil genap itu malah memindahkan macet di jalur arteri.  “Jalan tol kita kan bayar, masa orang mau pakai atau bayar, malah dilarang,” ujarnya.

Tak hanya itu. transportasi umumnya juga dinilai belum memadai. Mestinya, menurut Komaruddin, pemerintah pusat memikirkan kesiapan transportasi umumnya lebih dulu. “Kalau begini mah, sebagai warga kami dipersulit,” katanya.

Pendapat berbeda disampaikan Denny Irwanto, warga Cipondoh, Tangerang. Lelaki 27 tahun ini mendukung kebijakan ganjil genap di jalan tol. Menurut dia, aturan itu agar tidak terjadi penumpukan kendaraan di jalan tol. “Habis, memang macetnya parah sih tiap hari. Jadi, kalau memang mau diterapkan seperti di Bekasi, saya setuju saja,” katanya. 

Selanjutnya, tak ada pelarangan lalu lintas truk>>>

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tak ada pelarangan lalu lintas truk

Adapun Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo), Kyatmaja Lookman meminta tidak ada pelarangan lalu lintas truk di tol Tangerang, yang akan diberlakukan berbarengan dengan ganjil genap. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut