Pembuktian Band Kotak
- VIVA/Ikhwan Yanuar
Pernah merasa jenuh di Kotak?
Chua: Pernah, saking jenuhnya manggung itu tidak ada rasa. Tidak ada rasa deg-degan saat manggung, lempeng saja.
Arti sukses bagi Kotak?
Tantri: Kita mau karya kita didengerin sama banyak orang, lalu bisa merubah kehidupan seseorang. Itu sudah sukses buat kita. Ketika orang yang menonton konser Kotak dari yang bete (bosan) terus pulang jadi happy, itu sukses.
Chua: Bisa menginspirasi banyak orang dari hal kecil.
Cella: Sukses menjaga kesehatan.
Pengalaman Kotak manggung di luar negeri?
Tantri: Kita sih sudah dua kali main di Jepang, tapi aku pengen banget balik ke sana.
Cella: Aku mau balik lagi ke Amerika Serikat. Buat aku, USA itu barometer musik rock ya, jadi barometer band rock dunia itu di sana. Waktu itu sengaja ajak Kotak main di cafe yang pertama kali rock dilahirkan. Jadi merasakan energinya.
![]()
Rahasia Kotak awet terus?
Cella: Pertama itu harus komunikasi. Kedua harus mengalami berantem. Berantem itu diwajibkan kalau mau bikin band. Kalau enggak berantem, enggak awet.
Berantem sehat. Namanya seniman kan egonya tinggi banget, pengennya masing masing kelihatan. Kalau nemu moment berantem ya jangan dipendam, selesaikan saja. Kalau dipendam nanti makin penuh dengan yang lain.
Tantri: Alhamdulillah kita dengan formasi yang sekarang, ketika kita meerasa enggak suka, pasti diobrolin. Kita memiliki penengah, dari manajer kita yang bisa netral.
Arti penting fans bagi Kotak?
Tantri: Penting banget, tanpa Kerabat Kotak (fans), kami tidak akan ada di sini sampai sekarang. Mereka energi dan segala-galanya buat kami.
Banyak band baru bermunculan, takut tersaingi tidak?
Tantri : Salah satu tanggung jawab kita di musik ya. Setiap tahun pengennya mengeluarkan karya, karena kita memiliki penggemar sendiri. Masalah takut apa enggak, ya relatif. Sekarang masyarakat Indonesia sudah pintar-pintar menikmati karya siapa yang dipengenin. Kita berusaha tanggung jawab saja untuk musik kalau harus mengeluarkan karya.
![]()