Penjara untuk Setya Novanto

Setya Novanto.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Menurutnya, Novanto tak akan menjadi anggota DPR jika fraksinya mau menariknya dari keanggotaan. Kemudian, bisa juga karena yang bersangkutan mengundurkan diri. "Ini agendanya anggota baru menyampaikan bahwa ini sudah ada keputusan, bagaimana sikap MKD itu saja. Ya bisa (rapat) hari ini, bisa ditunda kalau sudah masuk dari reses. Ini kan waktunya juga enggak banyak," kata Dasco.

img_title Satu Rumah Setya Novanto di Kupang Dilelang KPK

Ketua DPR Setya Novanto

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, Partai Golkar prihatin atas vonis Novanto. Hal itu disampaikan oleh Wakil Sekretaris Jenderal Golkar Ace Hasan Syadzily. "Tentu kami sangat prihatin atas vonis Majelis Hakim yang memutuskan vonis 15 tahun untuk Pak Setya Novanto," kata Ace, Senayan.

img_title Bahlil Tepis Setya Novanto Masuk Struktur Partai Golkar

Namun, partai berlambang pohon beringin ini tak ingin mencampuri soal kasus ini. Karena itu terkait langkah seperti banding dan sebagainya, Golkar menyerahkan kepada Novanto.

"Soal vonis yang tidak sesuai harapan Pak Novanto, semua dikembalikan kepada Pak Novanto dan penasehat hukumnya sendiri untuk mengambil langkah hukum selanjutnya, apakah akan banding atau tidak," ujarnya.

img_title Peluang Setnov jadi Pengurus Partai, Golkar: Dia Senior, Tak Mungkin Dibawah Bahlil

Golkar juga akan memaklumi apapun keputusan yang diambil nanti. Golkar kata Ace meminta mantan Ketua DPR ini untuk tabah dan sabar atas apa yang dialami.

"Apapun keputusan yang diambil Pak Novanto, kami hanya bisa mendoakan agar Pak Novanto tabah dan sabar dalam menghadapi kasus hukumnya," kata Ace.

Seret Pejabat Lain

Novanto tak mau sendiri disalahkan. Dalam pledoi yang dibacakannya dua pekan lalu, dia menyebut beberapa pejabat di pemerintahan yang ikut menerima uang haram tersebut.

Itu diungkapkan Novanto merujuk hasil konfrontasi ia bersama keponakannya Irvanto Hendra Pambudi yang diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 21 Maret 2018. Mulanya, Novanto membantah ikut menyepakati pemberian fee terhadap anggota DPR.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia juga menepis tudingan jaksa, turut menerima uang korupsi e-KTP. Novanto mengaku baru mengetahui kalau Irvanto menjadi kurir pendistribusian fee dari pengusaha ke para anggota DPR.  

Menurut Novanto, Irvanto mengaku hanya sebagai kurir di hadapan penyidik KPK. Kata dia, Irvan mengaku pernah menyerahkan uang ke sejumlah pihak atas perintah Andi Agustinus, alias Andi Narogong.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut