Xanders Kitchen, di Balik Kisah Sukses Mega Best Seller
- Dok, Junita Xanders Kitchen
Ketika mulai berkeluarga dan anak-anak mulai besar, saya merasa kasihan, karena menyajikan masakan yang itu-itu saja.
Saya sendiri aja bosen, gimana suami. Kasihan sekali kan. Jadi, itu saya jadikan motivasi saya mulai belajar memasak.
Lalu, kemampuan memasaknya juga tak datang begitu saja. Dengan learning by doing, pelan-pelan saya terbiasa. Bisa masak, karena biasa. Lama-lama, lidah juga jadi terlatih. Mencoba masakan, bisa langsung tahu bumbu-bumbunya.
Berikutnya, kapan pertama kali bikin instagram>>>
Kapan pertama kali bikin instagram?
Media sosial, ternyata berpengaruh besar dalam kehidupan saya. Instagram adalah satu-satunya akun medsos yang saya punya pada saat ituÂ
Waktu itu, saya enggak ada kegiatan. Kebetulan suami saya seorang Polisi, jadi kegiatan saya di sekitar Bhayangkari
Tahun 2014, saya bikin Instagram untuk keperluan pribadi, Â menyimpan foto-foto masakan yang awalnya tanpa resep. Isinya pun random.
Saya termasuk orang yang gaptek. Anak saya yang memberi ide membuat instagram dan mengajarkan cara-caranya. Akhirnya, terbentuklah Xander's Kitchen. Banyak yang bertanya-tanya "Xander itu siapa sih?" Â Xander itu nama tengah ketiga putra saya.
Apa jenis masakan Anda?
Macam-macam. Enggak hanya masakan Nusantara tapi ada juga masakan Chinese nya seperti nasi tim, capcay, sapo tahu, sapi lada hitam dan lain-lain.
Orangtua saya dua-duanya bisa masak. Mereka keturunan Chinese Bangka. Jadi, banyak pengaruhnya dalam masakan saya sehari-hari.
![]()
Bagaimana mulai memproduksi konten untuk instagram?
Banyak trial dan error. Saya enggak punya kamera bagus dan studio profesional, hanya mengandalkan insting, sinar matahari, dan hasil masakan saya sendiri.
Apalagi saya enggak ngerti fotografi. Saya foto menggunakan kamera smartphone. Komposisi warna, tingkat kematangan masakan juga sangat berpengaruh pada hasil foto misalnya masakan sayur yang lodoh, Â pasti tampilannya difoto enggak
bagus.
Adakah trik khusus me-manage akun?
Tidak ada trik khusus, hanya saja usahakan untuk konsisten posting. Kalau akun terlalu lama jarak postingannya itu kurang bagus menurut saya. Follower akan bosan menunggu-nunggu. Selain itu, sebisa mungkin merespons follower, apalagi yang sudah recook (mencoba resep) saya. Respon dari saya membuat follower merasa dihargai dan secara tidak langsung mereka akan loyal.