Xanders Kitchen, di Balik Kisah Sukses Mega Best Seller
- Dok, Junita Xanders Kitchen
![]()
Kenapa sih bukunya bisa laku dan jadi Mega Best Seller?
Buku saya menyajikan kesederhanaan , resepnya dibuat sangat ringkas dan mudah dipahami. Hasil masakannya pun enak. Banyak komentar yang masuk bilang kalau buku saya itu enggak ribet. Banyak pemula yang baru pertama kali masak, sukses mempraktikkan resep-resep di buku saya. Mereka sendiri terheran-heran kok bisa ya masak enak dengan bumbu-bumbu sederhana dan cara masak yang simpel.
Kenapa resep-resep dibikin sederhana ? Karena saya sadar banyak pemula yang baru mulai belajar masak belum paham
betul bumbu-bumbu dan teknik masak yang njelimet . Di samping itu ibu-ibu kantoran yang waktunya enggak banyak. Enggak sempat masak yang ribet-ribet juga mudah sekali mengikuti resep-resep di buku saya.
Pembaca buku saya berasal dari beragam usia, latar belakang dan kesibukan jadi buku masakan dengan resep-resep simpel, cara masak mudah dan rasa yang enak tentu dicari.Â
Selain itu, bahan baku yang digunakan di resep-resep saya murah dan mudah di dapat bisa belanja di tukang sayur atau paling jauh ke pasar tradisional. Alasan-alasan tersebut yang banyak saya dengar dari pembeli kenapa mereka memilih buku saya.
![]()
Jika ada kesempatan mengembangkan diri, ingin seperti apa?
Saya ingin menghasilkan buku-buku selanjutnya dengan berbagai macam tema. Lewat buku, saya bisa membagikan ilmu yang saya punya. Supaya makin banyak orang yang bisa merasakan manfaatnya.
Saat ini saya ingin sekali belajar membuat kue-kue tradisional Indonesia misalnya kue-kue jajanan pasar. Banyak kue-kue tradisional Indonesia yang rasanya enak, enggak kalah dengan cake modern. Kalau bukan kita siapa
lagi yang akan melestarikannya.
![]()
Tips buat pemula yang ingin memulai mengembangkan Instagram lebih positif?
Pertama, punya ciri khas sendiri. Â Jangan habis-habisan meniru orang entah itu gaya foto , caption atau pun resep. Terinspirasi boleh, tapi jangan 100 persen meniru. Percaya dengan kemampuan sendiri itu akan lebih dihargai.
Kedua, konsisten posting. Jangan terlalu lama kosong enggak posting sampai berbulan-bulan. Kalau terlalu lama follower akan bosan. Bisa-bisa di unfollow. Kalau seperti saya enggak melulu posting makanan , cerita-cerita keseharian juga terkadang menarik untuk dibaca orang.