Buntut Panjang Blokir Total Kartu Prabayar
- ANTARA FOTO/R. Rekotomo
Sedangkan per 27 April 2018, XL Axiata mengatakan jumlah kartu yang diblokir karena tidak registrasi dan kesalahan registrasi mencapai sekitar 10 juta nomor.Â
Sedangkan data Kominfo per 24 April 2018, 350 juta nomor kartu prabayar telah registrasi ulang sebagai hasil rekonsiliasi. Sementara diperkirakan jumlah nomor seluler prabayar yang beredar yakni 370 juta. Angka itu mesti menunggu angka yang lebih pasti pada 2 Mei 2018.Â
Buntut blokir total
Blokir total kartu prabayar ini tentunya memengaruhi tradisi dan pola yang selama ini berjalan di industri seluler.Â
Dari sisi pengguna, mereka tidak akan lagi leluasa menjalankan praktik kartu prabayar sekali buang. Pengguna juga kian terbatas untuk registrasi kartu. Sesuai ketentuan Permenkominfo Nomor 21 Tahun 2017 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 12 Tahun 2016 tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi, pengguna hanya boleh mendaftarkan secara mandiri kartu prabayar mereka maksimal 3 nomor untuk satu operator.Â
Selebihnya, untuk nomor ke-4 dan seterusnya, baru bisa registrasi di outlet atau konter pedagang seluler, sesuai ketentuan surat Ketetapan BRTI Nomor 02/TAP/BRTI/IV/2018 tentang Petunjuk Pelaksanaan Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi.
Atau pengguna bisa mendaftarkan langsung ke gerai operator. Efek yang nyata, kartu mereka yang tak segera diregistrasikan bakal mati, tak bisa dipakai.
Kartu perdana sekali buang bakal tamat dengan adanya bersih-bersih operator per 1 Mei 2018.
Dari sisi operator, blokir total ini memang menurunkan penjualan kartu perdana prabayar. Namun operator mengatakan hal itu tak berdampak pada penurunan pendapatan operator. XL Axiata misalnya, mengatakan memang jumlah pelanggan bakal menurun seiring pemberlakuan blokir total, namun penurunan itu punya arti positif.Â
![]()
Direktur Utama XL Axiata, Dian Siswarini, mengatakan, di lain sisi, mereka bakal mendapatkan pelanggan berkualitas. Maksudnya pelanggan XL setelah blokir total ini adalah pelanggan yang pasti aktif.Â
Pelanggan yang berkualitas dalam konteks ini adalah sikap pengguna yang lebih menghargai kartu seluler yang digunakannya.
"Dampaknya baru terasa nanti, sekitar enam bulan sampai satu tahun ke depan. Di luar negeri juga seperti itu. Akan ada pola di masyarakat yang berubah," kata Dian.