Teror Hoax di Media Sosial

Ilustrasi media sosial.
Sumber :
  • REUTERS/Dado Ruvic

Informasi bohong ini telah dibantah tegas oleh Kanit Regident Polrestabes Surabaya, AKP Sigit Indra. Ia memastikan seluruh pelayanan SIM berjalan dengan normal. "Informasi itu tidak benar, alias hoax," katanya.

img_title Benarkah Legenda Brasil Roberto Carlos Memeluk Agama Islam? Ini Jawaban Terbarunya

5. Penangkapan Teroris di Urangagung, Sidoarjo, Jawa Timur (Fakta)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lima orang terduga teroris di Perumahan Puri Maharani, Sukodono dan juga di Desa Urangagung, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, dikabarkan berhasil ditangkap. Mereka terciduk pada Senin, 14 Mei 2018.

img_title Dikritik Habis-habisan, Benarkah Wajah Pelatih Timnas Korea Selatan Hong Myung-bo Diblur di Siaran TV Nasional Korsel?

"Iya benar informasinya seperti itu (soal penangkapan lima teroris di Sidoarjo)," ujar Kadiv Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto di Kantor Divisi Humas Polri.

6. Bom Meledak di Bank Prima, Surabaya (Hoax)

img_title Cek Fakta: Menpar Pakai Sepatu Masuk Masjid

Kabid Humas Polda Jawa Timur Komisaris Besar Fans Barung Mangera mengatakan adanya isu terorisme di sejumlah tempat. Namun, ia tidak pernah mengeluarkan pernyataan terkait dengan bom di Bank Prima Surabaya.

Bahkan, berita terkait dengan aksi bom di lokasi tersebut tidak ada dalam mesin pencarian di dunia maya. Frans memastikan jika semua informasi yang tidak keluar dari mulutnya adalah hoax.

7. Pesan Berantai BIN dan Densus 88 Antiteror agar Hindari Mal (Hoax)

Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono mengatakan soal info untuk menghubungi Densus 88 Antiteror dan soal hindari berkunjung ke sejumlah lokasi perbelanjaan di kawasan Jakarta adalah tak benar.

Soroti Peran Orangtua

Semuel Abrijani Pangerapan menambahkan, perubahan zaman dari manual ke digital semakin memudahkan masyarakat mengakses internet.

Hal ini juga harus dibarengi dengan edukasi soal dunia internet yang merata ke semua lapisan masyarakat. Menurutnya, blokir juga seharusnya menjadi peringatan bagi pemilik akun di media sosial.

"Mereka yang diblokir harusnya mikir, ada yang salah dari perilaku mereka saat berselancar di dunia maya. Masih untung diblokir, bukan ditangkap. Kalau sudah diblokir artinya melanggar hukum. Enggak mungkin enggak," tutur Semmy.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia juga mengingatkan, bagi semua pengguna akun media sosial supaya membiasakan diri membaca seluruh informasi yang masuk atau diterima, jangan hanya dibaca judulnya.

Sebab, banyak ditemukan antara judul dan isi informasi berbeda. Selain itu, membaca tanggal informasi yang dibuat, karena bisa saja bukan informasi yang baru.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut