Terorisme Belum Selesai
- ANTARA FOTO/Retmon
Namun, Tito menegaskan bahwa mereka bukanlah kelompok yang besar. Mereka hanya sel-sel kecil karena itu tidak akan bisa mengalahkan negara, Polri, TNI, dan rakyat Indonesia.
"Yang jelas kita harus bersatu padu, dan mohon dukungan semua pihak agar kami dapat melakukan tindakan-tindakan," tutur Tito.
Tito juga berharap revisi UU Nomor 15 tahun 2013 tentang terorisme segera diselesaikan. Dan bila perlu, dia mendorong Presiden Jokowi untuk menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Anti-Terorisme.
Senada, Wakapolri Komjen Pol Syafruddin menyatakan bahwa bangsa Indonesia harus bersatu padu untuk melawan aksi terorisme ini. Dia mengajak semua anggota kepolisian untuk melaksanakan tugas dengan profesional dalam melakukan penjagaan, patroli, pengawalan, antisipasi, atau deteksi dini.
![]()
Selain itu, dia meminta masyarakat tetap tenang, waspada. Kemudian mengimbau mereka agar memberikan informasi kepada polisi, TNI, apabila menemukan keanehan di lingkungannya.
"Insya Allah masalah ini akan kita selesaikan di hari-hari depan," kata Syafruddin.
Jangan beri toleransi
Terkait aksi terorisme di Riau, Ketua DPR, Bambang Soesatyo, mengingatkan bahwa perang terhadap kaum teroris belum berakhir. Dia menegaskan negara tidak boleh lengah dalam melindungi masyarakat beserta seluruh tumpah darah tanah air Indonesia.
Bamsoet mendesak pemerintah tidak memberikan toleransi sedikit pun kepada gerakan radikalisasi dan terorisme yang mengancam NKRI. DPR bersama pemerintah akan segera menyelesaikan revisi RUU Anti-Terorisme pada bulan Mei.
Politikus Partai Golkar itu juga meminta warga masyarakat tetap tenang dan waspada terhadap lingkungan sekitarnya. Ia mengimbau mereka melaporkan segera jika ada sesuatu yang mencurigakan ke pihak keamanan.