Misi Pasukan Elite Basmi Teror

Ilustrasi prajurit Kopassus.
Sumber :
  • REUTERS

Mereka menemukan adanya buku manual bagi teroris untuk menghindar dari pantauan aparat. "Kami kayak kucing-kucingan sama teroris," ucapnya.

img_title Jelang HUT ke-81, TNI Gelar PRIMAROX 2026: Peserta Ditantang Lari hingga Angkat Ban 84 Kg

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto menambahkan, dalam penangkapan terduga teroris di beberapa tempat, tim Densus 88 antiteror sudah bekerja sama dengan Kopassus.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sudah (koordinasi dengan instansi lain). Kopassus sudah ikut masuk. Pak Kapolri sudah sampaikan. Sudah bekerja sama dengan Brimob di lapangan untuk penggerebekan dan penangkapan," kata Setyo.

img_title Pengakuan Harto Maling Motor Milik Anggota Kopassus di Cakung: Sudah Beraksi 5 Kali

Selain itu, pengamanan dengan menggandeng Kopassus sudah dilakukan untuk mengamankan objek-objek vital lainnya. "Kalau itu sudah protap (prosedur tetap)," katanya.

Tiru Amerika

img_title Detik-detik Motor Anggota Kopassus Dicolong saat Berkunjung ke Rumah Orang Tuanya di Cakung

Keberadaan Koopssusgab itu mirip Joint  Special Operations Command (JSOC) atau Komando Operasi Khusus Gabungan, yang merupakan komando subunifikasi dari United States Operations Command (USSOCOM) atau Komando Operasi Khusus AS.

Tugas JSOC mempelajari persyaratan dan teknik operasi khusus, serta memastikan interoperabilitas dan standardisasi peralatan. Selain itu, merencanakan serta melakukan latihan operasi khusus dan pelatihan. Pasukan itu juga mengembangkan taktik operasi khusus bersama.

JSOC memiliki bidang operasi khusus yang terdiri atas Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, Marinir, dan sipil, yang disaring secara ketat. Personelnya merupakan pria dan wanita yang memiliki keterampilan unik dan khusus, serta yang terbaik di bidangnya.

Beberapa pertempuran yang menerjunkan personel JSOC antara lain Desert One di Iran (1980), Grenada (1983), Laut Mediterania selama pembajakan Achille Lauro (1985), Panama (1989), Timur Tengah selama Perang Teluk (1991), Somalia (1993), Haiti (1994), Balkan (1996-2002), Afghanistan (2001-sekarang), dan Irak (2003-sekarang).

JSOC telah menghabiskan 14 tahun terakhir untuk melancarkan perang rahasia. Meski demikian, ada beberapa bagian yang digariskan dalam dokumen rahasia, yang tidak disensor.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Beberapa 'operator' JSOC membawa senapan HK-416, granat fragmentasi, dan granat flash-blink yang tidak mematikan. Terkadang ada granat yang sangat mematikan yang disebut Hellhounds, yang dirancang untuk membunuh semua orang di dalam ruangan, bunker, atau gua dengan cepat.

Salah satu peran utama dari personel JSOC adalah sebagai unit misi pengintaian yang mendalam, unit khusus pengumpulan intelijen, untuk mendukung DEVGRU atau Seal Team Six dan Delta Force.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut