Misi Pasukan Elite Basmi Teror
- REUTERS
Sementara itu, Delta Force dan DEVGRU adalah unit kontra terorisme utama militer, menghilangkan target bernilai tinggi dan melakukan penyelamatan sandera adalah peran utama mereka, bersama dengan pengintaian khusus dan penugasan aksi langsung.
Sebagai bagian dari perang melawan terorisme, JSOC melakukan banyak operasi di seluruh dunia terutama negara-negara gagal dalam upaya untuk menghentikan jihadis mendapatkan tempat berlindung yang aman. Operasi ini dilakukan di bawah wewenang dua perintah eksekutif.
Pertama, memungkinkan JSOC beroperasi di lebih dari selusin negara, dengan AS saat ini tidak sedang berperang di Lebanon, Libya, Mali, Nigeria, Peru, dan Somalia.
Kedua, memberikan izin JSOC melakukan operasi pasukan, pengintaian dan intelijen di negara-negara yang mungkin membutuhkan kehadiran militer AS.
Awas Langgar HAM
Koordinator KontraS, Yati Andriyani, khawatir dengan cara pemerintah yang sangat reaktif, apalagi dengan membangun kembali Koopssusgab. Meskipun, komando itu diklaim akan mempersulit penyebaran paham radikal yang menjadi akar terorisme.
"Kami khawatir ini bisa melemahkan langkah-langkah deradikalisasi terhadap benih ekstremisme yang bisa jadi akan memperbesar polarisasi di masyarakat," katanya.
Atas dasar itu, KontraS berpendapat bahwa pemberantasan terorisme harus dilakukan dengan cara yang bermartabat.
![]()
"Jangan mencari solusi yang instan dan mendelegitimasi HAM (hak asasi manusia) atau jangan sampai HAM dijadikan kambing hitam. Kami tak ingin pernyataan ini direproduksi terus-menerus dan negara ini kembali ke jalan pintas yang menimbulkan lagi pelanggaran HAM," kata dia.
Apalagi, kata dia, konstitusi secara jelas telah memasukkan HAM ke dalamnya. "Prinsip-prinsip HAM telah diadopsi dalam pasal-pasal konstitusi kita," lanjutnya.
Yati mengingatkan pemerintah dalam melakukan penindakan terhadap teroris agar tidak membabi buta. Hak asasi manusia disebut KontraS harus tetap dipegang dalam upaya penegakan hukum dan demokrasi.
"Sehingga menyalahkan HAM dalam penanganan terorisme adalah pandangan yang reaktif, tidak proporsional dan tidak memiliki justifikasi,” kata dia.