Balon Udara, Tradisi yang Mengancam Nyawa

Warga menerbangkan balon udara di Desa Bandung, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Minggu (2/7). Tradisi menerbangkan balon udara raksasa bersamaan di tiap musholah ini untuk merayakan Lebaran Ketupat atau biasa disebut Kupatan.
Sumber :
  • ANTARA/Syaiful Arif

"Jika itu sampai terkena pesawat, masuk ke engine sangat fatal. Dampak balon udara merusak citra bangsa Indonesia soal keselamatan jalur penerbangan," ujar Dadun Kohar.

img_title Detik-detik Petasan Balon Udara Meledak di Blitar Buat 1 Orang Tewas-2 Anak Luka

Mengutip Dadun, tahun lalu bahkan ada tiga hutan yang terbakar karena balon yang dilengkapi petasan turun di hutan Madiun, lereng Merapi, dan hutan Dieng. Api yang dibawa petasan membakar hutan. Tak hanya di hutan, balon juga jatuh di berbagai tempat, termasuk atap sebuah rumah bersalin. Menurut dia, selama musim Lebaran tahun lalu, 100 balon dilaporkan terlihat di udara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sejak muncul keluhan tahun lalu, aktivitas penerbangan balon udara mulai menjadi perhatian. Kementerian Perhubungan bahkan sudah berjanji akan melakukan penertiban karena penerbangan itu dianggap lebih banyak mudarat dibanding manfaatnya. Polres Wonosobo juga sudah melakukan razia dan menyita puluhan balon dari rumah-rumah warga. Bahkan empat di antaranya diproses secara hukum.

img_title Detik-detik Balon Udara Berpetasan Meledak hingga Rusak Rumah Warga di Tulungagung

Pihak bandara Adisucipto Yogyakarta juga terus melakukan persuasi dengan mendatangi warga Wonosobo. Mereka melakukan sosialisasi dan edukasi agar warga tak melakukan penerbangan balon udara tanpa awak. Tapi, warga sepertinya tak kapok. Sebab, selama musim mudik Lebaran 2018, puluhan balon udara sudah dilaporkan terlihat melintas di langit Jawa.


Penertiban dan Solusi

img_title Trafik Penerbangan Diproyeksi Naik 4,5% di Lebaran 2026, AirNav Waspadai Balon Udara Liar

Tahun ini, razia juga dilakukan. Aparat TNI di Pangkalan Udara Adisutjipto menyita dua balon udara tak berkendali yang jatuh di wilayah Piyungan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Balon ini diduga diterbangkan dari Wonosobo. Selasa, 19 Juni 2018, Kementerian Perhubungan mengaku sudah menyita ratusan balon. Bekerjasama dengan TNI dan Kepolisian, Kemenhub mendatangi warga.

Aparat TNI pada Pangkalan Udara Adisutjipto menyita dua balon udara tak berkendali yang jatuh di wilayah Piyungan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Sabtu, 16 Juni 2018.

Aparat TNI di Pangkalan Udara Adisutjipto menyita dua balon udara tak berkendali yang jatuh di wilayah Piyungan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketua Posko Harian Angkutan Lebaran Kemenhub, Arif Toha mengatakan, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Agus Santoso juga turun langsung melakukan sosialisasi di Wonosobo terkait bahayanya balon udara bagi penerbangan.

"Sampai kemarin itu sudah ratusan yang diamankan balon udara di Ponorogo. Hari ini akan terus diawasi dan akan bertambah jumlahnya," kata Arif di Posko Nasional Angkutan Lebaran Kemenhub, Jakarta, Selasa 19 Juni 2018.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut