Menanti Kejutan Pilkada Serentak
- ANTARA FOTO/Novrian Arbi
Partai politik, ujar Titi, membangun persepsi kemenangan pilkada ini sebagai kemenangan di 2019. Sehingga partai menjadi hati-hati dalam menentukan calon. "Pilgub menjadi fokus sebagai basis menuju 2019. Membuat partai sedemikian rupa belajar dan mengubah strategi," kata Titi menambahkan.Â
Diprediksi, peta penentuan dan persaingan menuju Pilpres 2019 akan semakin terbaca setelah hasil Pilkada 2018 ini selesai.
Empat Provinsi Utama
Pilkada serentak tahun ini terasa istimewa, karena tahun depan Indonesia akan menghadapi hajatan besar Pemilihan Umum. Pertarungan pemenang Pilkada jadi begitu penting, karena ada wilayah-wilayah yang disebut sebagai indikasi pemenangan Pemilu. Ada empat wilayah dengan tingkat pemilih yang tinggi, karenanya empat wilayah ini dikaitkan dengan Pemilihan Umum. Kemenangan di wilayah ini saat Pilkada 2018, dianggap sebagai indikasi raihan suara di Pemilu 2019.
Dikutip dari kpu.go.id, berdasarkan jumlah DPT hasil pleno Pilkada 2018, DPT tertinggi pertama terdapat di Provinsi Jawa Barat, dengan jumlah DPT 31.730.042 pemilih, yang terdiri atas 15.784.543 pemilih perempuan dan 15.945.499 pemilih laki-laki, dengan jumlah TPS 74.954. Wilayah tertinggi kedua adalah Provinsi Jawa Timur, dengan jumlah DPT 30.155.719 pemilih, dengan jumlah pemilih perempuan sebanyak 15.315.366 pemilih dan jumlah pemilih laki-laki 14.840.353, dengan jumlah TPS 67.644.
Lalu wilayah tertinggi ketiga adalah Provinsi Jawa Tengah, dengan jumlah DPT 27.068.500 pemilih. Dengan total pemilih perempuan sebanyak 13.589.496 pemilih, jumlah pemilih laki-laki 13.479.004, dan jumlah TPS 63.973. Provinsi dengan jumlah DPT tertinggi keempat adalah Provinsi Sumatera Utara, dengan total DPT 9.050.622 pemilih. Terdiri atas jumlah pemilih perempuan 4.566.639, jumlah pemilih laki-laki 4.483.983, dan jumlah TPS sebanyak 27.478.
Berdasarkan rilis KPU tersebut, maka Pilkada di empat provinsi di wilayah tersebut dianggap sangat menentukan. Berbagai lembaga survei merilis ketat persaingan antar Paslon di empat provinsi tersebut. Ada empat paslon di wilayah Jawa Barat yang bersaing untuk memenangkan Pilkada, yaitu Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum, Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi, Sudrajat-Ahmad Syaikhu, Tubagus Hasanudin-Anton Charliyan.
Dari berbagai lembaga survei yang merilis hasil penelitian mereka, mulai bulan April hingga Juni 2018, pasangan calon Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) perlahan bergerak naik menyalip pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi. Enam lembaga survey, yaitu Populi Center, Charta Politica, Indo Barometer, LSI Denny JA, Roda Tiga Konsultan, Poll Tracking Indonesia, dan SMRC sama-sama merilis hasil pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum sebagai pasangan dengan perolehan suara tertinggi diantara tiga pasangan lainnya.