Menanti Kejutan Pilkada Serentak

Petugas menempalkan 'stiker' segel pada logistik Utama Pilkada serentak 2018 Jawa Barat di Kantor Kecamatan Sumur Bandung, Jawa Barat
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Novrian Arbi

Meski pasangan Rindu berada pada posisi pertama dalam survei yang dilakukan oleh enam lembaga tersebut, namun suara yang mereka dapatkan hanya selisih sedikit dengan pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (2D). Selisih suara antara Rindu dan 2D dari enam lembaga tersebut berada pada kisaran dua persen hingga 11 persen.

img_title Duel Panas 'Perang Bintang' di Pilkada Jateng: 3 Lembaga Survei Ungkap Persaingan Ketat Andika Perkasa vs Ahmad Luthfi

Meski pasangan Rindu sudah memimpin, namun Peneliti SMRC Sirojudin Abbas mengatakan, Pilkada Jabar tetap bisa memberikan kejutan. Ia mengambil contoh Pilkada Jabar periode kemenangan Ahmad Heriawan. "Kejutan masih mungkin terjadi. Kita sudah melihat gejalanya dari merujuk pada Ahmad Heryawan yang tidak terlalu kuat tapi di akhir menang," ujarnya saat memberikan keterangan pers di kantornya kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat 22 Juni 2018.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pasangan Sudrajat memang tak tinggal diam. Mereka berupaya terus mendekati ulama untuk memperoleh dukungan. Bahkan, sinyal dukungan juga mereka dapatkan dari Ponpes Miftahul Huda, Tasikmalaya. Padahal, Pimpinan Ponpes Miftahul Huda Asep Maoshul adalah paman Uu Ruzhanul Ulum. Asep, yang juga Anggota DPR selama tiga periode ini yakin elektabilitas Sudrajat-Ahmad Syaikhu bisa tinggi dan memenangkan Pilgub Jawa Barat.

img_title Survei Indikator soal Gubernur Pilihan Warga Jateng, Ahmad Luthfi Ungguli Andika Perkasa

PKS sudah memenangkan figur Ahmad Heryawan dua periode meski secara survei Aher anjlok dibandingkan lawan beratnya. "Ketika kami analisa, walaupun jumlah kursi terbesar dimiliki pasangan lain, pasangan Asyik adalah yang paling mungkin bisa dipastikan menang," ujar Asep saat dikunjungi Cagub Sudrajat di Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Minggu, 24 Februari 2018.

Berbeda dengan Jawa Barat yang memiliki empat paslon, Provinsi Jawa Tengah hanya memiliki dua paslon dalam kontestasi Pilkada 2018 ini, yaitu Ganjar Pranowo-Taj Yasin dan Sudirman Said-Ida Fauziah. Kemenangan Ganjar seolah terlihat nyata. Lima lembaga survey, yaitu Litbang Kompas, Charta Politica, Indo Barometer, SMRC, dan Roda Tiga Konsultan memaparkan kemenangan mutlak Ganjar atas Sudirman Said, sebab selisih suara antara dua kandidat ini terpaut sangat jauh hingga mencapai 50 persen.

img_title Sarapan Bareng Paslon Luthfi-Yasin dan Raffi Ahmad, Jokowi Ngaku Tak Diundang Kampanye di Solo

Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari mengatakan, perjalanan Sudirman Said mengalahkan Ganjar Pranowo lumayan berat.  "Dari simulasi dengan menggunakan contoh surat suara, pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin sebesar 67,3 persen. Untuk elektabilitas, Ganjar juga unggul dengan angka sebesar 66,9 persen. Sedangkan elektabilitas Sudirman Said memperoleh 21,3 persen. Berat buat Sudirman Said melawan incumbent," ujar Qodari dalam paparan survei di Senayan, Jakarta, Rabu, 20 Juni 2018.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut