Membentengi Bumi dari Tiga Asteroid

Ilustrasi Asteroid.
Sumber :
  • www.pixabay.com/TBIT

Ma'rufin mengungkapkan, berdasarkan laporan ke American Meteor Society (AMS) tentang ketampakan superfireball asteroid tersebut. Terangnya selama 2 detik dan diprakirakan melebihi Matahari, dengan prakiraan magnitudo visual -27 pada saat itu.

img_title Tanda Kiamat Menurut Ilmuwan

"Tidak terdengar suara dentuman dan disusul terlihatnya jejak asap (trail) sepanjang 10 derajat selama beberapa saat kemudian," tutur dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jatuh di Afrika

img_title Pembunuh Planet Akan Menyapa Bumi

Masih di hari dan tanggal yang sama, sebuah asteroid diketahui tiba-tiba menerangi langit di atas Botswana, Afrika. Kejadian itu pada Sabtu petang.

Para ilmuwan dari NASA menemukan benda luar angkasa itu setinggi enam kaki hanya beberapa jam sebelum mencapai Bumi. NASA lalu melacak 90 persen benda-benda dekat Bumi yang berdiameter lebih dari 460 kaki atau sekitar 150 meter.

img_title Bumi Punya Tameng Langit

Asteroid yang baru saja jatuh di salah satu negara Afrika ini dilabeli 2018 LA oleh Catalina Sky Survey di Arizona, AS.

Ilmuwan NASA menyadari bahwa asteroid berada di jalur tabrakan dengan Bumi namun bisa memprediksi beberapa lokasi jatuhnya di Bumi, seperti dikutip situs Gizmodo.

Asteroid 2018 LA memasuki atmosfer dengan kecepatan sekitar 38 ribu mil per jam pada pukul 18.44 waktu Botswana, menciptakan bola api. Meski 'kedatangan' asteroid ke Bumi tanpa peringatan, bukan berarti tidak membuat kerusakan.

Hingga kini, para ilmuwan terus mengembangkan teknologi yang dapat menangkal atau membelokkan asteroid yang mengarah ke Bumi.

Tangkal asteroid

Hal ini merupakan langkah antisipasi terbaik untuk mencegah bencana yang mungkin terjadi di masa depan. Salah satu langkah nyata yang dilakukan yaitu Gedung Putih, NASA, dan Federal Emergency Management Agency (FEMA), membahas mitigasi bencana asteroid.

Hal tersebut berlangsung pada Kamis, 21 Juni 2018, seperti dikutip dari NBC News. Pembahasan ini ditempuh sebagai bagian pembahasan atas rencana NASA membelokkan asteroid yang menghantam Bumi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Dampak asteroid merupakan skenario yang mungkin harus kita siapkan," kata Pimpinan National Response Coordination Branch FEMA, Leviticius Lewis.

Rencana NASA untuk membelokkan asteroid itu tertuang dalam laporan terkini The White House Office of Science and Technology Policy yang berjudul National Near-Earth Object Preparedness Strategy and Action Plan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut