'Melompat' ke Jokowi, Apa yang Dicari

Gubernur Nusa Tenggara Barat, Muhammad Zainul Majdi, bersama Presiden Jokowi beberapa waktu lalu.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi

Amien menilai sikap TGB yang tiba-tiba menyatakan mendukung Jokowi, cukup membingungkan. Sebab, Amien mengklaim, posisi yang selama ini ditempati TGB merupakan jalan yang benar sesuai hidayah Allah.

img_title Prabowo Sampaikan Ucapan Spesial untuk Ulang Tahun ke-65 Jokowi, Diunggah Langsung Lewat Instagram

Menurut Amien, tak ada cara lain untuk mengembalikan TGB ke posisi yang dianggap Amien benar, selain mendoakan TGB kembali. Dan Amien Rais mengajak orang-orang yang sepaham dan satu posisi dengannya untuk tetap bertahan dan tak meniru TGB.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saudara-saudaraku, akhir-akhir ini, kita melihat sebagian umat, bahkan sebagian tokoh, membingungkan kita, karena berpindah posisi, dari posisi yang kita anggap sudah benar, sesuai dengan hidayah Allah, tiba-tiba pindah ke posisi lain yang membuat kita agak bertanya-tanya," kata Amien.

img_title Ijazah Palsu Jokowi Dibawa ke Ranah Hukum, Boni: Itu Terobosan yang Bagus

"Nah untuk mereka, kita doakan mudah-mudahan mereka kembali ke jalan hidayah, jalan yang dibimbing oleh Allah. Sementara kita sendiri, kita bentengi agar kita tidak ikut-ikutan, dengan doa ayat 8 surat Ali ‘Imran," lanjut mantan Ketua MPR tersebut.

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Madji

img_title Bantah Matahari Kembar, Golkar: Ada Upaya Benturkan Prabowo dengan Jokowi

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menilai dukungan Hary Tanoe dan Partai Perindo ke Jokowi sekitar satu tahun yang lalu sah-sah saja. Namun, dia menyinggung-nyinggung soal tekanan, dan hukum yang dijadikan alat merangkul atau menekan.

"Tekanan macam-macam termasuk persoalan-persoalan yang menyangkut hukum, hukum bisa dijadikan satu alat untuk menekan partai politik dan juga sekaligus merangkulnya. Dan saya kira ini akan membahayakan demokrasi karena dijadikan alat gitu bagi hal-hal seperti itu," kata Fadli.

Fadli mengibaratkan situasi sekarang itu seperti stick and carrot (kayu dan wortel). Bagi pihak yang tidak nurut dikasih stick, tapi bagi yang mau dikasih carrot.

"Saya kira ini adalah cara-cara kekuasaan ketimbang cara-cara menegakkan hukum," kata Fadli.

Punya Kepentingan

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Komentar bernada sebaliknya dikemukakan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. Dia menganggap sikap TGB yang mendukung Jokowi sebagai amunisi baru untuk mantan Gubernur DKI Jakarta itu. Sebagai Gubernur Nusa Tenggara Barat dua periode, TGB dinilai dapat memperkuat barisan pendukung Jokowi di luar partai koalisi.

Tapi JK sepakat bahwa motif TGB didasari oleh kepentingan. Dia menyampaikan bahwa situasi politik itu kerap berubah-ubah apalagi TGB yang merupakan kader Partai Demokrat tentu punya kepentingan atas dukungannya tersebut.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut