Busana Syar'i dan Cadar Bukan Sekadar Tren
- VIVA/ Adinda Purnama Rachmani
Jika dahulu banyak orang malu berbusana syar'i dan cadar karena identik dengan busana orang kampung, ibu-ibu tua dan teroris, tetapi sekarang justru banyak yang bangga berbusana syar'i.
Hal ini ditandai dengan kemunculan berbagai desainer yang meluncurkan busana syar'i, toko-toko yang menjual busana syar'i dan pembeli yang membeli busana syar'i bahkan cadar.
"Jadi, sedikit melenceng, jika orang-orang mengatakan bisnis busana syar'i tidak menguntungkan, karena sekarang orang-orang berlomba-lomba menggunakan busana syar'i."
Selanjutnya, bisnis nigab laris>>>
Bisnis niqab mulai laris
Karena tren busana syar'i makin diterima masyarakat, mulai banyak para desainer mendesain busana yang sesuai dengan syariat Islam. Tak hanya itu, sebagian desainer bahkan mulai mendesain cadar.
Diana Nurliana, salah satunya. Meski perempuan berniqab atau bercadar masih sering dipandang sebelah mata, namun ia tak gentar.
"Banyak yang cerita kalau mau niqab kayaknya masih susah banget. Banyak paradigma orang, wanita berniqab itu ninja, teroris, ekstrimis, menakutkan. Sementara, aku melihat banyak di daerah atau luar negeri, para niqabis bukan seperti yang mereka bayangkan, ada yang dokter, pengusaha, pengacara, pilot. Jadi, aku pikir kita harus kenalkan nih ke mereka kalau niqabis tak seperti itu."
Wanita yang akrab disapa Ambu ini pun semakin semangat untuk mengajak banyak perempuan berhijrah. Salah satunya, dengan mendesain beragam busana syar'i dan juga niqab.
Sebelum mengeluarkan label niqab Taqiya, Ambu memang dikenal sebagai owner label KARA Indonesia. Pada saat itu, Ambu belum berniqab, KARA Indonesia juga menjual pakaian modest wear. "Saat aku fashion show di beberapa tempat juga aku mulai peralihan ber-niqab. Jadi, orang membandingkan brand aku yang tidak berniqab dengan aku yang berniqab."
Dari situ, akhirnya banyak orang yang melihat dan bertanya-tanya, siapa desainernya. Mengapa berniqab?
"Mereka juga berfikir, jika KARA Indonesia itu ber-niqab, padahal bukan dan sempat ada kontroversi. Jadi, waktu itu aku memakai celana tapi aku tutupin dengan memakai topeng. Tetapi, karena yang keluarnya berniqab, mereka memberikan arahan bahwa berniqab bisa memakai celana."