Busana Syar'i dan Cadar Bukan Sekadar Tren
- VIVA/ Adinda Purnama Rachmani
"Paling banyak dicari adalah signature aku. Sebenarnya, pashmina itu adalah jalan keluar aku, karena tidak bisa memakai cadar yang ikat. Aku merasa look seperti itu bukan aku banget, akhirnya aku utak atik di workshop jadi (cadarnya) terdiri dari Inner. Cadarnya terpisah dan pashmina itu signature aku namanya Safiya."
Dari situ, permintaan orang akan niqab makin banyak. Akhirnya, Ambu mulai mendesain niqab dengan model beragam. "Akhirnya, aku bikin look-nya sama kaya Safiya. Tetapi, dia Instant namanya Fatimah. Akhirnya, aku bikin cover Aisyah yang dibikin lebih panjang."
Tak berhenti sampai di situ, jiwa kreatifnya terus keluar karena banyaknya permintaan, ia pun membuat niqab dengan model Eagle atau mata Elang, Khimar dan Hidden Eye.
Dia pun beruntung, pangsa pasar niqab di Indonesia mulai ramai. Apalagi, sekarang semakin banyak orang berniqab. "Artis-artis juga sudah banyak yang hijrah. Kalau (pangsa pasar) untuk di luar negeri sama seperti KARA Indonesia, masih banyak peminat dari Singapura dan Malaysia. Kalau di luar itu Hong Kong dan Thailand juga banyak."
Meski niqab identik dengan warna gelap, Ambu tak terpaku pada hal itu. Jika umumnya niqab berwarna hitam, Ambu justru mencoba memberikan sentuhan warna untuk niqab karyanya.
"Karena masih ada beberapa orang yang takut untuk memakai niqab berwarna hitam, masih banyak orang yang mendekatkan warna hitam dengan kematian. Jadi, sebenarnya diperbolehkan saja oleh agama pakai warna beda." ujarnya saat ditemui di butiknya District 12 FX Senayan.
Wanita yang tertarik mengenakan niqab di 2014 ini pun mengaku tertarik menciptakan niqab warna-warni. Ia, bahkan mulai tertarik juga untuk menciptakan niqab bermotif. "Aku sempat kepikiran untuk membuat list tipis-tipis. Mungkin kalau tidak mencolok, karena fungsinya niqab itu kan menutupi jadi bisa saja. Asal tidak menyalahi aturan agama.
Di akhir wawancara, Ambu pun berharap, penilaian orang tentang wanita berniqab bisa berubah. Wanita berniqab tidak selalu kaum ekstrimis atau istri teroris, tetapi sama seperti wanita lainnya.
"Aku pengen mengenalkan cadar ini menjadi sunnah yang dipakai istri Rasullullah, bukan sesuatu yang menakutkan. Dengan ini kalian tetap bisa berprestasi, melakukan aktivitas apapun." (asp)