Apa Kabar Koalisi Oposisi

Ketua Umum dan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto (tengah)
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Persamaan persepsi soal cawapres diakui Arief memang menjadi dinamika tersendiri. Hal ini menurutnya perlu proses politik. Ia pun meminta obyektif agar membandingkan dengan koalisi pendukung Jokowi yang masih belum mantap menentukan cawapres.

img_title Presiden Prabowo Tiba di India untuk Hadiri KTT BRICS

"Ya wajar dong. Pertanyaan saya koalisi Jokowi kayak benar saja. Apa mereka sudah solid. Kalau solid, siapa cawapresnya Jokowi?" ujar Arief kepada VIVA, Kamis, 19 Juli 2018.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Baca: Tifatul: Cawapres Prabowo Harus dari PKS, Enggak Bisa Ditawar

img_title Prabowo Guyur Bonus Rp3 Miliar untuk Emas Asian Games 2026: Kita Jangan Pelit

Arief menekankan koalisi yang mendukung Prabowo sebagai capres akan diumumkan pada momen yang tepat. Merujuk dinamika saat ini, ia menggambarkan pasangan capres dan cawapres akan diumumkan saat menit-menit akhir atau last minutes.

"Kalau kami kemungkinan bisa di last minutes. Enggak ada masalah kah. Yang penting jadi. Gitu saja," tutur Arief.

img_title Cerita Prabowo Satu Angkatan Akmil Bareng SBY, Ikuti Jejak Bikin Partai Lalu Jadi Presiden

Pertemuan Anies Baswedan dan Prabowo Subianto

Diyakini koalisi pendukung Prabowo akan solid hingga tahapan Pilpres 2019. Soal tawaran posisi cawapres, masih terus dalam komunikasi yang intens dengan calon rekan partai koalisi.

"Kita solid. Tawaran politik itu kan enggak ada harga mati. Yang ada itu politik tawaran jabatan, kau punya kekuatan uang berapa? Enggak ada harga mati," jelas Anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra Andre Rosiade.

Baca: Lima Kandidat Cawapres Prabowo, Terkuat Anies

Andre menekankan penjajakan koalisi dengan PKS dan PAN tinggal menunggu waktu dideklarasikan. Ia menekankan koalisi sudah 90 persen terbentuk.

"Dengan PAN, PKS sudah 90 persen. Kami masih bahas terus intens. Kami berharap Demokrat menyusul bergabung," tutur Andre.

PKS Jadi Kunci

Pengamat politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio memprediksi politik Pilpres 2019 akan memainkan strategi last minutes. Dengan last minutes maka parpol lain tak bisa kabur dari koalisi atau memainkan opsi poros ketiga.

"Ini kan selain cawapres juga menimbang kekuatan-kekuatan. Kalau last minutes kan parpol enggak bisa kabur. Enggak ada pilihan, itu strateginya," ujar Hendri kepada VIVA, Kamis, 19 Juli 2018.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Baca: Pertemuan SBY dan Prabowo Ditunda Pekan Depan

Hendri pun menganalisis kemungkinan dinamika di koalisi Prabowo. Ia melihat PKS akan tetap punya peranan menentukan arah koalisi. Diyakini Gerindra tak akan meninggalkan PKS yang sudah menunjukkan kesetiaan sejak Pilpres 2014.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut