'Membuang' Napi Koruptor ke Nusakambangan

Pintu masuk Lembaga Pemasyarakatan di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.
Sumber :
  • Antara/ Idhad Zakaria

"Intinya begini ya. Jangan napi korupsi itu di lapas yang sama. Seperti kejadian Sukamiskin sudah jadi bukti kan," ujar Lola saat dihubungi VIVA, Senin, 23 Juli 2018.

img_title Pesan Gus Lilur Jelang Muktamar ke-35 NU: Asal Bukan Koruptor

Dia melihat kejadian di Sukamiskin seperti fenomena gunung es yang lama sudah lama terjadi. Ia merasa tak terkejut dengan kejadian ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kalau sekarang heboh ya itu seperti gunung es. Ada pengawasan yang lemah karena sebelumnya sudah sering terjadi," sebut Lola.

img_title KPK: 91 Persen Koruptor Laki-laki, Sisanya Perempuan

Evaluasi Menyeluruh

Lapas Nusakambangan - yoga

img_title KPK Bongkar Circle yang Bantu Koruptor: Keluarga, Ajudan hingga Kolega Politik

Foto: Akses pintu masuk lapas di Nusakambangan.

Pemerintah terutama Kementerian Hukum dan HAM diminta mengevaluasi secara keseluruhan. Bagi dia, pemindahan napi korusi ke Nusakambangan bukan solusi. Usulan ini menurutnya hanya memunculkan pro dan kontra.

Lola menekankan ada beberapa catatan bila penempatan napi di Nusakambangan. Pertama, akses lokasi yang berada di daerah terpencil minim informasi dan jauh dikhawatirkan sulit dalam pengawasan. Kedua, lapas di Nusakambangan tak menjamin napi korutor bisa diatur.

"Sekarang begini, lapas, rutan di kita itu over capacity. Petugas enggak sebanding dengan jumlah napi. Siapa yang jamin ke Nusakambangan, napi koruptor bisa diatur?" jelas Lola.

Baca: Napi Koruptor hingga Teroris Bakal Diisolisasi di Pulau Terpencil

Dikatakan dia, lebih baik melakukan evaluasi menyeluruh dari kediplinan, mental sumber daya manusia petugas lapas yang bobrok, sampai solusi over capacity. Mengacu tiga persoalan ini bila dibenahi maka masalah penempatan napi koruptor bisa terjawab.

"Artinya itu evaluasi dulu sistemnya. Percuma kalau hanya dilakukan di permukaan tapi dalamnya enggak ada evaluasi. Kalau enggak, ya begini terus praktik di lapas," tuturnya.

Suara yang sama disampaikan peneliti Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) Universitas Gadjah Mada, Oce Madril. Usulan memindahkan napi koruptor ke Nusakambangan sebagai wacana yang bagus untuk memberikan efek jera. Namun, ini tak menjawab untuk persoalan jangka panjang.

"Bagus kalau usulan. Nusakambangan itu seram kan imagenya. Tapi, ini koruptor bukan teroris. Semua harus dikaji," ujar Oce saat dihubungi VIVA, Senin, 23 Juli 2018.

Lapas Sukamiskin Klas 1A Bandung, Jawa Barat.

Foto: Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bisa Berulang

Oce menilai secara kapasitas mungkin Nusakambangan bisa jadi opsi. Sebab, salah satu lapas di Nusakambangan seperti Batu dalam proses renovasi untuk penambahan daya tampung napi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut