'Membuang' Napi Koruptor ke Nusakambangan

Pintu masuk Lembaga Pemasyarakatan di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.
Sumber :
  • Antara/ Idhad Zakaria

"Tapi, itu lagi kan enggak menyelesaikan masalah. Selama tidak ada ketegasan dan integritas pimpinan, hal ini akan terus berulang," sebutnya.

img_title Masih Ingat Artidjo Alkostar? Sosok Hakim Agung yang Paling Ditakuti Para Koruptor Indonesia

Baca: Fuad Amin dan TB Wawan Raib dari Penjara Sukamiskin

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pihak Kemenkumham yang menjadi sorotan pun memberikan respons. Kepala Bagian Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham, Ade Kuswanto menyampaikan usulan napi koruptor dikirim ke Nusakambangan perlu sinergisitas dengan pihak KPK, Kejaksaan Agung, Mahkamah Agung, dan Polri.

img_title Prabowo: Hei Koruptor Sadar Diri, Rakyat Tidak Bodoh!

"Memetakan napi tipikor yang punya potensi gangguan keamanan dan ketertiban perlu adanya sinergisitas. Ini perlu agar kejadian di Sukamiskin tak terjadi kembali," jelas Ade saat dihubungi VIVA, Senin, 23 Juli 2018.

Dirjen Pemasyarakatan Kemenkumham, Puguh Budi Utami menyampaikan pihaknya akan mendalami usulan mengirim koruptor ke Nusakambangan. Namun, ia mengisyaratkan usulan ini masih sulit. Sebab, seluruh lapas dan rumah tahanan atau rutas di berbagai daerah itu mengalami over capacity. Sinergisitas dengan lembaga penegak hukum lain seperti KPK, Kejagung diperlukan pihaknya.

img_title BPA Kejagung Bentuk Satgas Khusus Lacak Aset Koruptor Kasus Lama

"Idealnya mungkin kita butuh 1000 lapas, rutan. Nah, sekarang kan 528 lapas, rutan masih overload. Tapi, tentu kita akan pikirkan juga usulan itu," sebut Puguh. (ren)

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat

Sahroni Senang Kejagung Sita Aset Koruptor Rp 338 M: Manfaatkan Sebesar-besarnya untuk Rakyat!

Kejaksaan Agung (Kejagung) menyita aset senilai Rp 338,3 miliar dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Izin Usaha Pertambangan (IUP) bauksit PT QSS di Kalbar

img_title
VIVA.co.id
1 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut