Duka dari Lombok
- ANTARA/Ahmad Subaidi
![]()
Sementara untuk di Kabupaten Lombok Utara, terdapat empat orang meninggal dunia dan 38 jiwa luka berat. "Data sementara kerusakan rumah terdapat 41 unit rusak berat, 74 unit rusak sedang dan sisanya rusak ringan," katanya. Sutopo menambahkan, sekitar 6.237 KK menjadi korban gempa.Â
Selain Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Utara, beberapa laporan kerusakan rumah juga terdapat di Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Sumbawa Barat, dan Kota Mataram. Pendataan masih dilakukan oleh BPBD.
Ratusan Gempa Susulan
Meski gempa terasa kuat, namun pusat gempa berada di darat sehingga gempa tersebut tak berpotensi tsunami. Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pusat, Dwikorita Karnawati menjelaskan dalam rilisnya, gempa yang terjadi di Lombok merupakan jenis gempa bumi dangkal.
Penyebabnya adalah akibat aktivitas Sesar Naik Flores (Flores Back Arc Thrust). Gempa bumi ini dipicu deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault). "Gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," jelas Dwikorita dalam rilis BMKG, Minggu, 29 Juli 2018.
Hingga malam hari, situasi tegang di Lombok masih terasa. Kekhawatiran akan terjadi gempa susulan yang lebih besar masih menghantui warga. Sebab gempa susulan masih terus terjadi. Meski kekuatannya makin melemah, namun jumlah gempanya tercatat mencapai ratusan.
Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG melalui akun twitternya @infoBMKG hingga pukul 22.00 WIB, tercatat sudah 213 kali gempa susulan. Namun gempa susulan tersebut semakin kecil dan hanya bisa terdeteksi oleh alat pendeteksi gempa.Â
Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono mengatakan gempa susulan tersebut terjadi karena gerakan akibat Patahan Naik Flores, di jalur utara Lombok, Bali, Sumbawa dan Flores.
"Gempa susulan ini sebenarnya bagus untuk stabilisasi batuan, karena patahan perlu upaya untuk pengembalian ke posisi semula. Tapi ada konsekuensi, yaitu jadi terasa guncangan," kata Daryono saat dihubungi VIVA, Minggu, 29 Juli 2018.Â
![]()
Daryono mengatakan masyarakat tak perlu khawatir. Karena meski tercatat terjadi hingga ratusan kali, namun getaran akibat gempa susulan itu pada dasarnya mulai mengecil. Semakin malam kekuatan gempa semakin menjauh dari gempa awal yang memiliki kekuatan hingga 6,4 Skala Richter. "Dari ratusan gempa susulan itu kan yang terasa hanya lima kali, paling besar gempa susulan kekuatannya 5.7 SR," ujarnya.Â