Duka dari Lombok
- ANTARA/Ahmad Subaidi
Daryono tak bisa memastikan, kapan gempa susulan tersebut akan berakhir, karena BMKG masih perlu mengumpulkan data untuk melakukan analisis. "Kita perlu data awal untuk melakukan prediksi. Mungkin besok (hari ini-red) kita informasikan (gempa) susulan berakhir kapan," ujar Daryono.
Menurut Kepala Badan Meteorologi, Klimatalogi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati melalui videokonferensi dari Stasiun Geofisika Mataram ke kantor BMKG Pusat di Jakarta memprediksi gempa susulan bisa terjadi hingga beberapa hari bahkan beberapa minggu ke depan.
"Perlu kami sampaikan bahwa diperkirakan lama keseluruhan gempa-gempa ini akan berlangsung bisa selama beberapa hari hingga beberapa minggu. Kami akan terus mencatat, memantau, dan menghitung sehingga bisa memprediksi sampai kapan ini. Untuk sampai ini kita perkirakan beberapa hari dan beberapa minggu," kata Dwikorita melalui videokonferensi di kantor pusat BMKG di Jakarta pada Minggu malam, 29 Juli.
Pendaki Rinjani Terjebak
Dampak gempa yang paling mengkhawatirkan adalah bagi pendaki Gunung Rinjani. Lombok dan Gunung Rinjani termasuk destinasi wisata favorit. Wisatawan dalam dan luar negeri berdatangan untuk menikmati eksotisme alam di Lombok, termasuk mendaki Rinjani.
Sejak gempa mengguncang, BPBD Lombok langsung mengabarkan penutupan jalur pendakian di Gunung Rinjani. Gempa yang kuat menyebabkan terjadinya longsor di gunung yang menjadi salah satu dari 'seven summit' Indonesia. Selain 18 WN Malaysia yang turun pada malam sebelum gempa, dan akhirnya satu diantara mereka meninggal dunia, ratusan pendaki Rinjani dari mancanegara sedang berada di gunung tersebut ketika musibah terjadi.
![]()
Menurut Sutopo Purwo Nugroho, berdasarkan data dari Balai Taman nasional Gunung Rinjani (BTNGR) saat gempa terjadi diperkirakan ada 826 pendaki di gunung Rinjani. Sebanyak 617 orang pendaki adalah warga mancanegara. Namun dalam laporan perkembangannya, BNPB mengabarkan sejumlah 246 orang sudah berhasil dievakuasi sejak Minggu siang, 29 Juli 2018, sekitar pukul 13.00 WIB.
“Sisanya menunggu evakuasi karena jalur Senaru dan Torean belum bisa dilalui. Kondisinya selamat,” kata kata Sutopo Purwo Nugroho dikutip dari akun Twitter-nya, @Sutopo_PN.
Kepala BNPB Willem Rampangilei, saat diwawancara tvOne mengatakan, proses evakuasi besar akan dilakukan pada Senin, 30 Juli 2018. Sebab pihaknya masih menunggu bantuan alat untuk membuka jalur Senaru dan Torean yang terputus akibat longsor. Minggu malam, ujar Willem, BNPB menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah pihak untuk memutuskan pelaksanaan teknis evakuasi.