Duka dari Lombok
- ANTARA/Ahmad Subaidi
Hingga Minggu malam diperkirakan sekitar 500 pendaki masih terjebak di gunung yang memiliki ketinggian 3.726 m tersebut.
Penanganan Bencana
Bencana tak pernah diprediksi kapan akan datang, namun badan yang ditunjuk untuk segera melakukan penanganan wajib siaga kapan saja. Gubernur Nusa Tenggara Barat Tuan Guru Bajang Zainul Majdi menetapkan masa tanggap darurat selama tiga hari. Ia mengucapkan bela sungkawa dan turut berdukacita atas musibah yang terjadi.
Kementerian Sosial, sebagai perwakilan pemerintah ternyata bergerak sigap. Hanya selang sekitar dua jam setelah bencana tim Kemensos segera terjun memberikan bantuan. Melalui rilis yang diterima VIVA, Kemensos mengabarkan telah menurunkan 60 personel Taruna Siaga Bencana (Tagana), Tim Layanan Dukungan Psikososial (LDP), serta menyalurkan berbagai bantuan logistik. Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial, Harry Hikmat mengatakan untuk pertolongan pertama, Kampung Siaga Bencana Desa Darakunci Kecamatan Sambalia Kabupaten Lombok Timur telah melakukan evakuasi bersama Tagana.Â
![]()
"Bantuan logistik seperti matras, tenda, perlengkapan anak, perlengkapan lansia, makanan siap saji, dan lainnya dikirimkan bertahap. Dan dapur umum didirikan di titik pengungsian," ujarnya.
Kepala Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, pihaknya juga sudah bekerjasama dengan TNI, Polri, LSM dan masyarakat untuk menangani kondisi darurat. Â Melalui akun resminya, Sutopo mengatakan kebutuhan mendesak saat ini adalah tenaga medis, tandu, peralatan kesehatan, perlengkapan untuk bayi dan anak, serta makanan siap saji.Â
"BPBD dan beberapa instansi lain telah menyalurkan bantuan makanan, air mineral, tenda pengungsi, makanan lauk pauk, makanan tambahan gizi dan lainnya. Mobilisasi peralatan dan logistik terus dilakukan," ujarnya. Sutopo menambahkan, BNPB terus mendampingi BPBD dan mengirimkan bantuan yang diperlukan. Logistik dan peralatan yang ada di gudang BPBD disalurkan untuk membantu korban.Â
Sebagai negara kepulauan yang terletak pada pertemuan empat lempeng tektonik yaitu lempeng Benua Asia, Benua Australia, lempeng Samudera Hindia dan Samudera Pasifik, maka negeri ini masuk dalam negeri yang rawan bencana. Gempa bumi, tsunami, dan gunung meletus menjadi bencana yang rutin terjadi.Â