Ancaman Candu Pornografi dari Gadget
- REUTERS
Dari angka tersebut, dapatkah kita berasumsi atau memastikan tidak kecolongan konten porno saat anak mengakses internet? Jika Arman di contoh kasus ini berusia 5 tahun, ada berapa banyak ‘Arman’ lain di luar sana yang usianya lebih tua? Sedangkan berdasarkan survei yang dilakukan Kementerian Komunikasi dan Informatika pada 2017, sebesar 65,34 persen anak usia 9 sampai dengan 19 tahun telah memiliki ponsel pintar. Mereka memiliki, bukan sekadar meminjam, ya.
Begitu pula jika Anda adalah orangtua yang menerapkan fitur penyaringan (filter) di internet yang membatasi anak dari mengakses konten dewasa, yakinkah itu efektif? Menurut penelitian dari University of Oxford di Inggris, penggunaan fitur filter internet telah banyak ditanamkan di media sosial, tetapi belum ada bukti konklusif pada efektivitas mereka sampai sekarang.
Fakta lainnya, data dari unit Cybercrime Bareskrim POLRI pada 2017, ada 435.944 ip address yang mengunggah dan mengunduh konten pornografi anak. Selain itu, Asisten Deputi Perlindungan Anak dari Kekerasan dan Eksploitasi Kementerian PPPA, Valentina Ginting menyampaikan, “Dari data dan fakta yang ada, tidak ada lagi daerah yang bebas atau steril dari isu kejahatan terhadap anak, baik yang disebabkan oleh pornografi online, prostitusi online, ataupun cyber crime,” ujarnya dalam pesan tertulis Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), bekerjasama dengan Google Indonesia dan ECPAT (End Child Prostitution, Child Pornography & Trafficking Of Children For Sexual Purposes).
Dari data dan fakta tersebut, masuk akal rasanya jika Vania merasa khawatir setiap Arman meminta gawai untuk dimainkan. Kalaupun Vania berusaha memantau, ia tetap waswas. Dengan sebaran konten porno sebanyak itu, ditambah fitur filter yang tidak efektif, bisakah ia memastikan tidak kecolongan?
Ini baru Vania yang melek teknologi, kemudian secara sadar menempatkan kekhawatiran, melakukan pemantauan, meski belum sampai pada tahap solutif menghentikan Arman untuk tidak merengek meminta gadget. Bagaimana dengan orangtua yang masih gagap teknologi, dan parahnya tidak menyadari potensi bahaya dari konten porno di internet?
Lebih jahat dari Narkoba
World Health Organisation menyatakan bahwa adiksi atau kecanduan pada hal tertentu, bisa berdampak bahaya. Salah satu adiksi yang bisa memberi efek buruk, yaitu pornografi.