Rentang Sayap Ganjil Genap
- ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Meski kesulitan, ia mendukung apa yang menjadi aturan pemerintah. “Saat ini kita tinggal di Jakarta, harus kita dukung aja dulu, kita lihat perubahannya positifnya bagaimana dan seperti apa,” kata Ussy.
![]()
Begitu pun warga Jakarta Timur, Tommy Pratama. Dia mengaku mendukung setiap kebijakan selama hal tersebut berdampak positif bagi Tanah Air. Menurut dia, kebijakan itu pantas diterapkan agar nama Indonesia bisa baik di mata dunia. "Sebagai tuan rumah Asian Games, Indonesia harus memfasilitasi dan memberikan rasa nyaman buat para peserta Asian Games," kata Tommy.
Kepada pengemudi taksi online yang kebingungan mencari jalan alternatif, Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Sigit Wijatmoko menyarankan, untuk memanfaatkan aplikasi rute yang banyak digunakan saat ini. Aplikasi seperti Waze dan Google Maps dipastikan memiliki fitur ganjil genap.
"Pengguna aplikasi Waze maupun Google Maps juga sudah dapat menggunakan feature gage (ganjil genap) dalam aplikasinya," ujarnya kepada VIVA, Rabu, 1 Agustus 2018.
Sigit menilai, uji coba dan sosialisasi perluasan ganjil genap selama satu bulan sudah cukup. Lantaran itu, pengguna jalan harusnya sudah mengetahui secara pasti soal sistem tersebut.
Rekor Tilang
Pada hari pertama penerapan aturan ganjil genap, banyak pengendara ditilang. Di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, misalnya. Hingga pukul 09.30 WIB saja, belasan kendaraan roda empat kena tilang aturan ganjil genap ini.
![]()
"Sudah banyak, sudah lebih dari 15 hampir 20 lebih kendaraan yang melanggar. Sepertinya sampai malam akan bertambah," ujar anggota Ditlantas Polri Metro Jaya Iptu Purwanto di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, 1 Agustus 2018.
Bahkan, di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, pelanggar mencapai ratusan orang. Hingga pukul 14.00 WIB, sudah ada 150 pengemudi yang melanggar aturan.
Banyaknya pelanggar, menurut anggota Satgatur Polda Metro Jaya, Ipda Andi Firmansyah, sempat membuat petugas di lapangan kehabisan kertas tilang. “Tadi habis buku (tilang) distok lagi 20 buku,” ujarnya.
Bila jumlah pelanggar masih bertambah, Andi menyebut hal ini merupakan rekor dalam sehari tilang. Jumlah 150 pelanggar itu saja, menurut dia, sudah mencatat rekor.