Perang Diskon Mobil Tak Kunjung Usai
- VIVA/Muhamad Solihin
Lina memastikan, TAM tidak memberikan rekomendasi diskon selama pameran, termasuk mengatur batas atas dan bawahnya. Maka itu, Toyota, diakui Lina, ingin mengubah image GIIAS mulai tahun ini, di mana pameran otomotif bukan sebagai ajang jualan melainkan sekadar pameran dan memberi edukasi produk kepada masyarakat.
"Kami ingin membalikkan fungsinya, ajang jualan itu moving exhibition seperti di mal, karena itu benar-benar ditargetkan. Jadi, meski ada target, tapi tujuan kami hanya ke image produk, pendidikan, dan wawasan," tambahnya.
Over Produksi
Apa yang dilakukan para merek-merek otomotif tentu bermuara pada satu tujuan. Yakni terdongkraknya penjualan. Ya, diskon yang diberikan jorjoran hampir semua merek otomotif bertujuan untuk merangsang para pengunjung membeli kendaraan baru.
Berdasarkan data yang dihimpun redaksi, fenomena diskon gede-gedean sudah berlangsung sejak 2014, untuk mengatasi tren penurunan penjualan. Diskon terkadang semakin menggila seiring jebloknya penjualan.
Maka itu, selain diskon, APM kemudian menawarkan paket-paket menarik saat pembelian. Berbagai bonus diberikan untuk menggaet konsumen, seperti paket cicilan menarik hingga aksesori.
Penguatan data disampaikan laporan RHB Securities Indonesia. Dalam laporan mereka, diskon getol dilakukan banyak merek otomotif lantaran ada situasi yang membuat mereka melakukan hal demikian.
Pertama, industri mobil tengah menghadapi kelebihan kapasitas beberapa tahun terakhir. Pemicunya karena penambahan kapasitas produksi lebih besar dari kenaikan penjualan, hingga menyebabkan oversupply.
Apalagi persaingan di pasar mobil makin ketat dari tahun ke tahun. "Keadaan itu membuat perang diskon mobil bakal terus digelar dalam dua tahun ke depan. Itu tentu jadi risiko utama emiten otomotif, seperti Astra. Karena diperparah oleh kelebihan pasokan yang bisa terus berlangsung hingga 2020,” tulis RHB Securities Indonesia, baru-baru ini.
Meski demikian, Astra diprediksi masih tetap akan memimpin pasar mobil domestik. Ini berkat banyaknya jaringan diler yang dimiliki serta layanan purnajual yang kuat.