Perang Diskon Mobil Tak Kunjung Usai
- VIVA/Muhamad Solihin
Bukan Ajang Jualan
Dua contoh merek besar di atas seakan menggambarkan betapa seriusnya strategi penjualan yang mereka lakukan. Para produsen atau diler terlihat tak memandang apakah cara yang dilakukan dapat merusak pasar, dan sebagainya.
Maraknya pemanfaatan pameran otomotif sebagai ajang mendongkrak jualan sebenarnya sudah disadari para pelakon otomotif. Produsen otomotif baru sekelas PT Sokonindo Automobile pun menyadarinya.
Diskon besar-besaran sudah dianggap sebagai sesuatu yang mahfum alias jamak dilakukan banyak merek.
General Manager Marketing PT Sokonindo Automobile, Permata Islam, mengatakan, pameran otomotif kerap dijadikan ajang transaksi menjanjikan. Sebab, masyarakat selama ini merasa dimudahkan untuk mendapat mobil idaman dengan membandingkan berbagai jenis tanpa harus mendatangi satu diler ke diler lainnya.
Di satu sisi, produsen otomotif juga dimudahkan untuk melakukan penjualan mobil demi mengejar target mereka masing-masing. Biasanya, kata Ata, sapaan akrabnya, merek-merek otomotif sudah punya batas bawah dan batas atas terkait pemberian diskon yang ditawarkan.
Semua nantinya akan disesuaikan dengan program yang sudah dirancang. Lantas, dengan diberikannya diskon apakah akan merusak harga pasar? Soal yang satu ini, ia menjawab bisa saja demikian.
"Memang diskon itu penting, kebanyakan masyarakat memang secara umum pasti menanyakan diskon. Tapi dalam hal ini, saya rasa diskon bukan hal utama, faktor utama adalah bagaimana merek mobil bisa memberikan produk yang baik, jaringan, dan pelayanan yang baik, serta garansi terhadap produknya," kata Ata kepada VIVA.
Toyota turut angkat bicara soal hal ini. Diskon yang diberikan di ajang pameran otomotif dianggap tidak diatur oleh agen pemegang merek. Langkah itu semata-mata dilakukan atas dasar inisiatif dari masing-masing diler.
Sebab APM, dikatakan, biasanya terikat dengan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), di mana APM tak diperkenankan melakukan pengaturan diskon dan harga.
"Itu di luar kendali kami. Kami melihat memang ada persaingan antardiler, bagaimana mereka memastikan penjualannya bisa sesuai target dan mereka memastikan balancing antara pengeluaran dan target mereka," tutur General Manager PT Toyota Astra Motor, Lina Agustina, kepada VIVA.