Jenderal Kardus Berujung Duet Prabowo-Sandi
- ANTARA/Sigid Kurniawan
"Terkait nama Sandiaga kami akan gelar musyawarah antara ulama GNPF ulama dan PA 212. Kami akan mendengar saran dari Habib Rizieq Shihab," jelas Novel kepada VIVA, Kamis, 9 Agustus 2018.
Sayonara Poros Ketiga
Deklarasi terhadap Prabowo-Sandi sekaligus menggugurkan kabar terbentuknya poros ketiga. PAN dan PKS sudah pasti merapat bergabung. Kehadiiran Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri dan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais meresmikan dukungan terhadap duet Prabowo-Sandi.
Sementara, sikap Partai Demokrat hingga Kamis malam masih belum bisa dipastikan. Wakil Sekjen Demokrat Andi Arief mengatakan partainya tak akan berkoalisi dengan Prabowo. Namun, Kepala Divisi Advokasi dan Hukum Demokrat Ferdinand Hutahahean mengatakan masih berada di barisan pendukung Prabowo.
"Kami masih mendukung Prabowo. Belum ada berubah.," kata Ferdinand Hutahahean kepada VIVA, Kamis malam, 9 Agustus 2018.
Baca: Anies Tahu Persis Sandiaga Jadi Kandidat Kuat Cawapres Prabowo
Foto: Pertemuan Ketum Demokrat SBY dengan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri (kanan).
Presiden PKS Sohibul Iman menjelaskan alasan pihaknya memastikan bergabung karena berdasarkan pertimbangan dari internal dan pertemuan dengan Prabowo. Diakuinya, cukup alot memberikan suara PKS untuk Prabowo.
"Internal PKS sudah digodok, komunikasi sudah dilakukan dengan Gerindra, Prabowo Subianto, dan Sandiaga Uno," ujar Sohibul kepada VIVA, Kamis, 9 Agustus 2018.
Rencananya, duet Prabowo-Sandi akan mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) usai ibadah salat Jumat, 10 Agustus 2018. Barisan partai pendukung akan ikut menemani pendaftaran ini. Pada Jumat pagi, pasangan Jokowi-Maruf Amin yang mendaftarkan ke KPU.
Lihat: Momen Sandi Pamit Mau Nyawapres ke Anies
Pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio mengatakan dideklarasikan Prabowo-Sandi oleh Gerindra, PAN, dan PKS memupuskan peluang poros ketiga. Sebab, dari koalisi Jokowi sudah mengunci enam partai parlemen termasuk PKB. "Susah poros baru itu sayonara dah. Demokrat enggak bisa. Mau enggak mau pilih Prabowo atau Jokowi. Daripada sanksi di Pemilu 2024," kata Hendri.
Terkait Prabowo-Sandi, pasangan ini harus bekerja ekstra keras untuk mengalahkan duet Jokowi-Ma'ruf Amin. Figur Sandi dinilai belum bisa mendongkrak elektabilitas Prabowo. Lalu, Sandi juga dicap kejutan karena muncul di last minutes.