Gerakan #2019GantiPresiden Terusik HTI

Deklarasi jargon hashtag #2019GANTIPRESIDEN
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

"Deklarasi ganti presiden itu ditunggangi kelompok HTI. Mereka itu sudah jelas sebagai ormas terlarang dan tidak boleh menunggangi lagi," ujarnya.

img_title Anies soal Pilpres 2024: Ini Bukan soal Ganti Presiden tapi Ganti Kebijakannya

Maman menegaskan NKRI dan Pancasila sudah final. Ia berharap masyarakat tak terpancing dan terhasut dengan gerakan ganti presiden, sehingga terjadi kekacauan. "Kita sudah sepakat untuk membuat pilpres ini menjadi sebuah ajang demokrasi yang gembira, saling menghormati," tegasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Staf ahli Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Sri Yunanto juga berpendapat yang sama soal dugaan gerakan #2019GantiPresiden ditunggangi oleh eks HTI, yang ormasnya telah dibubarkan oleh Pemerintahan Jokowi.

img_title 6 Ramalan Mbak You Bikin Geger, Ganti Presiden 2021- Video Syur Gisel

Sebab, lanjut Sri, eks anggota HTI dan kelompok-kelompok yang anti NKRI itu memiliki kepentingan yang sama dengan elite politik yang melatarbelakangi gerakan #2019GantiPresiden.  

"Pemerintah kan baru menbubarkan organisasi HTI, tapi anggotanya kan tidak diapa-apain. Anggota ini pasti tidak suka dengan pemerintah karena dibubarin ormasnya. Secara politik HTI dapat dukungan dari partai-partai yang mendukung Prabowo-Sandi, kecuali Partai Demokrat karena dulu dukung perppu (ormas)," ujar Sri kepada VIVA, Selasa, 28 Agustus 2018.

img_title Tren Baru, Influencer Dipekerjakan Bikin Meme Kampanye Ganti Presiden

Soal dukungan eks HTI di balik gerakan #2019GantiPresiden, Sri mengatakan sudah banyak sumber di media sosial dan beberapa informasi yang tidak bisa dia ungkap, yang menyebutkan bahwa kelompok eks HTI ini bergabung dengan gerakan #2019GantiPresiden.

"Bahwa ada eks HTI dukung Prabowo-Sandi ya enggak apa-apa. Tapi faktanya banyak kepentingan di dalamnya, kepentingan politik. Barangkali kalau Prabowo-Sandi nanti menang merekan kan dapat angin," ungkapnya.

Terpisah, Koalisi partai pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin mengkhawatirkan gerakan #2019GantiPresiden terjadi seperti yang di Suriah. Sekjen PKB, Abdul Kadir Karding tak ingin terjadinya konflik antar masyarakat lantaran menggiring opini seolah ingin mengganti kepala negara di luar pemilu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tapi hastag itu pernah di pakai di Syria (Suriah). Kenapa Syria kacau, karena pakai hastag itu Ganti Presiden dan Ganti Presiden," kata Karding di Posko Rumah Cemara, Jakarta, Selasa 28 Agustus 2018.

Menurut Karding, penggunaan istilah 'Ganti Presiden' dapat dimaknai beragam. Di sisi lain, koalisi Jokowi-Ma'ruf pun, kata dia, tak berencana membalas kampanye model tersebut. "Saya rasa tidak perlu bereaksi terhadap paslon lain yang kita lakukan mana yang strategis, mana yang mendidik, mana yang berkeadaban," ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut