Gerakan #2019GantiPresiden Terusik HTI

Deklarasi jargon hashtag #2019GANTIPRESIDEN
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

Sementara Ketua GP Ansor Surabaya HM Faridz Afif menegaskan keberadaan puluhan anggota Banser dalam aksi menolak deklarasi Gerakan #2019GantiPresiden di Surabaya merupakan aksi spontanitas. Ia mengaku tidak menginstruksikan dan memberi perintah untuk turun dalam aksi tersebut.

img_title Pengacara Ahmad Dhani Berulang Tanyai Saksi: Apa Ada Banser?

“Tidak ada instruksi dari Pimpinan Cabang. Kalau saya instruksikan turun, Bansernya enggak cuma puluhan. Minimal 2.000 orang," tegas pria yang akrab disapa Gus Afif dalam keterangan persnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia mengungkapkan aksi Banser bersama elemen masyarakat di Surabaya di luar kontrol pimpinan Banser Surabaya. Namun demikian, secara pribadi, Afif mempersilakan kader Ansor dan Banser menyampaikan aspirasi mereka, termasuk soal capres dan cawapres. Menurutnya, hal itu sebatas ranah pribadi, tidak membawa nama organisasi.

img_title Perang Tagar, Kubu 02 Mulai Tinggalkan #2019GantiPresiden

"Dalam aksi itu sahabat Banser tidak membawa nama organisasi, mereka turun personal. Kasatkorcabnya saja masih di Lombok sebagai relawan. Hanya saja, karena mereka memakai atribut. Sehingga diidentikan sebagai sikap organisasi, padahal tidak," ujar mantan Waketum Pimpinan Pusat IPNU.

Mirip Suriah

img_title TKD Jokowi Klaim Tagar #2019GantiPresiden Tak Mempan di Indramayu

Di sisi lain, Direktur Relawan Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Maman Imanulhaq menyayangkan aksi pengadangan terhadap masyarakat yang ingin menyampaikan hak kebebasan berpendapat yang dijamin oleh konstitusi.

Ia menyebut Jokowi adalah seorang pemimpin yang sangat menghormati kebebasan berpendapat. Oleh karena itu, Maman berharap kepada aparat untuk menindak atau melakukan upaya persuasif  terhadap kelompok-kelompok yang melakukan pengadangan.

"Karena ada berita yang perlu saya luruskan misalnya media selalu menyebut bahwa ada kelompok Prabowo yang akan melakukan deklarasi ganti presiden dan dihalangi oleh yang pro Jokowi, itu salah. Yang menghadang belum tentu pro Jokowi. Mereka yang tidak mengerti demokrasi," kata Maman dalam sebuah diskusi di Jakarta, Senin, 27 Agustus 2018.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, Ia mengkritisi motif gerakan ganti presiden di tengah situasi politik saat ini. Dimana capres-cawapres yang akan berlaga di Pilpres 2019 sudah ketahuan. Ada baiknya, kata Maman, gerakan #2019GantiPresiden diubah namanya dengan capres yang mereka dukung, ketimbang berwacana di balik tagar tersebut.

Politikus PKB ini menduga ada motif lain di balik #2019GantiPresiden. Ia mensinyalir gerakan tersebut tidak hanya ingin mengganti presiden tapi juga mengubah ideologi bangsa.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut