Gerakan #2019GantiPresiden Terusik HTI
- ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal
Sementara Ketua GP Ansor Surabaya HM Faridz Afif menegaskan keberadaan puluhan anggota Banser dalam aksi menolak deklarasi Gerakan #2019GantiPresiden di Surabaya merupakan aksi spontanitas. Ia mengaku tidak menginstruksikan dan memberi perintah untuk turun dalam aksi tersebut.
“Tidak ada instruksi dari Pimpinan Cabang. Kalau saya instruksikan turun, Bansernya enggak cuma puluhan. Minimal 2.000 orang," tegas pria yang akrab disapa Gus Afif dalam keterangan persnya.
Ia mengungkapkan aksi Banser bersama elemen masyarakat di Surabaya di luar kontrol pimpinan Banser Surabaya. Namun demikian, secara pribadi, Afif mempersilakan kader Ansor dan Banser menyampaikan aspirasi mereka, termasuk soal capres dan cawapres. Menurutnya, hal itu sebatas ranah pribadi, tidak membawa nama organisasi.
"Dalam aksi itu sahabat Banser tidak membawa nama organisasi, mereka turun personal. Kasatkorcabnya saja masih di Lombok sebagai relawan. Hanya saja, karena mereka memakai atribut. Sehingga diidentikan sebagai sikap organisasi, padahal tidak," ujar mantan Waketum Pimpinan Pusat IPNU.
Mirip Suriah
Di sisi lain, Direktur Relawan Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Maman Imanulhaq menyayangkan aksi pengadangan terhadap masyarakat yang ingin menyampaikan hak kebebasan berpendapat yang dijamin oleh konstitusi.
Ia menyebut Jokowi adalah seorang pemimpin yang sangat menghormati kebebasan berpendapat. Oleh karena itu, Maman berharap kepada aparat untuk menindak atau melakukan upaya persuasif terhadap kelompok-kelompok yang melakukan pengadangan.
"Karena ada berita yang perlu saya luruskan misalnya media selalu menyebut bahwa ada kelompok Prabowo yang akan melakukan deklarasi ganti presiden dan dihalangi oleh yang pro Jokowi, itu salah. Yang menghadang belum tentu pro Jokowi. Mereka yang tidak mengerti demokrasi," kata Maman dalam sebuah diskusi di Jakarta, Senin, 27 Agustus 2018.
Namun, Ia mengkritisi motif gerakan ganti presiden di tengah situasi politik saat ini. Dimana capres-cawapres yang akan berlaga di Pilpres 2019 sudah ketahuan. Ada baiknya, kata Maman, gerakan #2019GantiPresiden diubah namanya dengan capres yang mereka dukung, ketimbang berwacana di balik tagar tersebut.
Politikus PKB ini menduga ada motif lain di balik #2019GantiPresiden. Ia mensinyalir gerakan tersebut tidak hanya ingin mengganti presiden tapi juga mengubah ideologi bangsa.