Ganjil Genap, Obat Macet Jakarta
- ANTARA FOTO/Galih Pradipta
VIVA – Macet Jakarta memang tidak ada obatnya. Begitulah istilah yang sering diungkapkan pengendara yang saban hari lewat di jalanan Jakarta. Mulai dari pagi hingga malam hari, jalanan dipenuhi kendaraan. Hanya disisakan maksimal 1 hingga 2 meter saja untuk dilintasi kendaraan motor yang suka menyalip di antara roda empat dan bus. Miris memang, namun beberapa upaya sudah dilakukan.
Kali ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama dengan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya membuat salah satu resep macet, yaitu kebijakan ganjil genap. Penerapan gajil genap awalnya dilakukan di jalan utama Jakarta dan tol, namun karena ada perhelatan besar Asian Games 2018, kebijakan itu diperluas. Jalur alternatif Jakarta pun kena aturan ini.
Demi menyukseskan perhelatan olahraga tersebut, pengendara harus tahan diri. Salah satunya Sekar Arum, pekerja yang berkantor di kawasan Sudirman, Jakarta Selatan. Menurut Sekar, aturan ganjil genap ini bisa permanen asalkan pemerintah menyediakan terlebih dahulu moda transportasi yang banyak.
"Kalau MRT dan LRT belum jadi, saya tidak setuju (ganjil genap permanen). Karena, apapun perubahan yang terjadi di Jakarta harus dicarikan solusi dan terealisasi. Jangan seperti ini," ujar Sekar kepada VIVA, Kamis, 30 Agustus 2018.
![]()
Sekar menambahkan, banyak kesulitan yang dialami pengendara jika aturan tersebut terpaksa diterapkan berkelanjutan di jalur pinggir Ibu Kota. "Ibu saya pasien rumah sakit Pondok Indah, jika ada keadaan darurat harus ke rumah sakit dan ganjil genap berlaku seperti agak sulit menggunakan kendaraan pribadi. Menurut saya lebih baik di jalan utama Jakarta saja," kata dia.
Namun, warga lainnya, Veronica berpendapat berbeda. Permanen ganjil genap ini layak untuk diterapkan. "Namanya negara berkembang kan risikonya memang kayak gini. Menurut saya, selama untuk kepentingan bersama ya tidak apa-apa. Kan sebentar lagi MRT dan LRT rilis," ucap dia.
Makin lancar
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Budiyanto mengatakan lalu lintas Jakarta diharapkan menjadi jauh lebih lancar ketimbang sebelum diberlakukan ganjil genap.
"Pada ruas jalan yang diberlakukan ganjil genap, kecepatan rata-rata naik sebesar 44,08 persen. Sementara pada ruas jalur alternatif, kecepatan rata-ratanya turun 2,17 persen," kata Budiyanto kepada VIVA.